Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rinjani Foundation Lombok Timur di depan kantor Bank BRI Cabang Selong pada Kamis (22/5) siang berakhir ricuh.
Bentrokan antara massa aksi dengan aparat kepolisian tidak terhindarkan, bahkan sempat terjadi saling dorong dan adu pukul.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA itu dilatarbelakangi oleh dugaan pengurasan saldo nasabah di rekening BRI sebesar Rp17 juta rupiah serta pemblokiran kartu ATM tanpa alasan jelas.
Korban, yang telah meminjam dana tersebut, mengaku sangat kecewa terhadap pihak Bank BRI Cabang Selong yang dianggap tidak bertanggung jawab.
Didampingi oleh Rinjani Foundation, nasabah yang menjadi korban kemudian menggelar aksi demonstrasi untuk meminta klarifikasi dan solusi dari pihak bank.
Namun bukannya mendapat tanggapan, massa aksi justru dihadapkan pada barikade aparat kepolisian yang berjaga di gerbang kantor bank.
Situasi memanas saat massa meminta pimpinan cabang BRI Selong untuk keluar menemui mereka, namun permintaan tersebut tidak diindahkan. Massa menuding aparat kepolisian yang berjaga justru bertindak represif dan terkesan membela pihak bank.
Koordinator lapangan aksi, M. Taofik, dalam wawancaranya menyampaikan kekecewaannya atas sikap bank dan tindakan aparat.
“Kami datang untuk mencari keadilan dan solusi, bukan untuk mencari keributan. Tapi yang kami terima justru dorongan bahkan pukulan. Kami pertanyakan, kenapa polisi justru seperti membekingi pihak bank?,”ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bank BRI Cabang Selong maupun kepolisian setempat terkait insiden tersebut. Rinjani Foundation menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga hak nasabah dikembalikan.( TT).











