Topikterkini.com.Jakarta – Pendeta Dr. Kevintjiu secara resmi membuka Gereja Overflow cabang kedua di kawasan PIK 2 Batavia, Jakarta Utara, pada Minggu, 25 Mei 2025. Pembukaan cabang ini menyusul kehadiran cabang pertama yang telah berdiri sejak September 2021 di Lippo Mall Puri, St. Moritz Tower, lantai 19.
Acara pembukaan ditandai dengan ibadah Minggu yang dipimpin langsung oleh Pendeta Dr. Kevintjiu, diiringi puji-pujian yang penuh hikmat. Dalam momen tersebut, umat yang hadir juga menerima doa dan berkat secara langsung.
Pendeta Dr. Kevintjiu, yang dikenal sebagai salah satu doktor teologi termuda dan juga pendiri Gereja Overflow, menyampaikan bahwa kehadiran cabang kedua ini bertujuan menjadi rumah ibadah yang inklusif. “Gereja Overflow di PIK 2 ini kami harapkan benar-benar menjadi rumah bagi semua orang, baik karyawan, pengunjung, maupun masyarakat sekitar yang ingin beribadah,” ujarnya kepada awak media.
Pemilihan lokasi di PIK 2, menurutnya, dilatarbelakangi oleh dinamika kawasan tersebut yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pembangunan. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan pengelola Batavia dan mengikuti prosedur yang ditetapkan, termasuk pengurusan dokumen seperti SKPL dari Kementerian Agama dan surat domisili gereja.
Untuk jadwal ibadah di cabang kedua ini, Dr. Kevintjiu menyatakan pihaknya masih akan menyesuaikan dengan situasi dan kebutuhan jemaat. Sementara itu, di cabang pertama, ibadah rutin dilaksanakan setiap hari Minggu dengan jumlah umat sekitar 80 orang.
Dalam khotbahnya, Pendeta Kevintjiu mengajak umat untuk terus meningkatkan iman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa nama “Overflow” melambangkan kasih dan kuasa Tuhan yang tidak terbatas. “Jika kita percaya pada Tuhan yang tidak terbatas, maka kita juga harus yakin bahwa iman kita mampu melampaui keterbatasan manusia,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami ajaran dan umat dari berbagai agama sebagai bagian dari kemanusiaan yang dikasihi Tuhan. “Tidak harus menerima, tapi belajarlah memahami—karena kita semua adalah manusia yang dicintai Tuhan,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Pendeta Kevintjiu mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia menyebut kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Natal Nasional sebagai bentuk nyata komitmen terhadap demokrasi dan perlindungan kebebasan beragama. “Saya berharap upaya seperti ini terus dilanjutkan demi persatuan dan kerukunan di Indonesia,” pungkasnya.
(Supriyadi)











