Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – Menjelang mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sorotan publik mulai mengarah pada sejumlah jabatan strategis, termasuk kursi Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong serta beberapa dinas teknis lainnya.
Proses ini menjadi topik hangat di kalangan birokrasi maupun masyarakat, mengingat posisi-posisi tersebut dinilai sangat menentukan jalannya roda pemerintahan dan pelayanan publik di daerah.
Sejumlah nama mulai santer disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan mengisi posisi tersebut. Meskipun belum ada pengumuman resmi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur, berbagai spekulasi mulai bermunculan. Beberapa di antaranya bahkan dikaitkan dengan dukungan dari tim sukses (timses) pemenangan kepala daerah pada Pilkada sebelumnya.
Khusus untuk RSUD dr. R. Soedjono Selong, yang merupakan rumah sakit rujukan terbesar di Lombok Timur, jabatan direktur menjadi sangat krusial.
Selain menyangkut manajemen pelayanan kesehatan, posisi ini juga terkait erat dengan pengelolaan anggaran yang besar serta peningkatan kualitas pelayanan di tengah tekanan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang prima.
Sementara itu, di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), sejumlah dinas strategis seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan juga disebut-sebut akan mengalami rotasi dan penyegaran kepemimpinan.
Sejumlah pejabat yang dianggap memiliki kinerja positif serta kedekatan dengan lingkaran kekuasaan disebut menjadi kandidat kuat.
“Mutasi seharusnya dilakukan berdasarkan merit system dan evaluasi kinerja, bukan atas dasar kepentingan politik semata,” Ujar Deni salah satu mahasiswa di Lotim yang sering Melihat kondisi Politk,30/06/2025.
“Kita berharap rotasi ini murni untuk perbaikan birokrasi, bukan sebagai ajang balas budi politik atau akomodasi kelompok tertentu,” ujarnya.
Pihak pemerintah daerah sendiri hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait waktu pelaksanaan mutasi maupun siapa saja yang akan dilantik.
Plt Kepala BKPSDM Lombok Timur Yulian Ugi ketika dikonfirmasi memilih belum berkomentar banyak, hanya menyebut bahwa proses masih dalam tahap menunggu tindak lanjut dari mendagri.
“Seluruh pejabat eselon II yang mengikuti proses jobfit akan diminta untuk menyiapkan makalah sebagai bagian dari tahapan seleksi.
“Mutasi jabatan eselon II menunggu hasil jobfit yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli. Mereka semua yang menjabat eselon II akan menyiapkan penulisan makalah,” ujarnya.
Dengan adanya dinamika ini, publik kini menanti langkah Pemkab Lombok Timur dalam memastikan proses mutasi berjalan transparan dan objektif.
Siapa yang akan menempati jabatan strategis tersebut, akan sangat menentukan arah pelayanan publik dan pembangunan daerah ke depan.(TT).











