Topikterkini.com.Palu – Adanya Pelabuhan yang telah beroperasional di wilayah Kabupaten Donggala, turut berdampak pada jumlah penumpang yang memilih untuk menggunakan jasa Pelabuhan Penyeberangan Taipa yang ada di wilayah Kota Palu, tepatnya di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara.
Dalam amatan pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Penyeberangan Taipa, sebelum Pelabuhan yang ada di Kabupaten Donggala itu beroperasi, jumlah penumpang selalu saja membludak, bahkan hingga beberapa calon penumpang terpaksa harus tertunda keberangkatannya.
“Kalau sekarang, sesuai jadwal pemberangkatan maupun kedatangan kami,
Jumlah mobil yang dimuat kadang hanya 20 – 29 Unit,” ucap Kepala KUPP Penyeberangan Taipa, Abdul Said SSos kepada Media ini, saat ditemui Selasa (02/07) hari ini.
Selain itu, minimnya kapasitas muat pada kapal yang beroperasi di Pelabuhan Taipa juga menjadi alasan para penumpang untuk beralih ke Pelabuhan yang ada di Donggala.
“Kecepatan waktu pelayaran juga termasuk penyebabnya. Kapal yang ada di sini, memiliki selisih waktu tiba di tujuan (Kalimantan,red) hingga 6 – 8 jam,” papar Said (Sapaannya,red).
Menyikapi hal itu, pihaknya telah meminta pada Kementrian Perhubungan Laut, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Provinsi Sulteng, dalam hal ini Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat untuk meminta kepada pihak Shipping Agency kiranya dapat memaksimalkan kembali fasilitas kapalnya.
“Kami menilai mungkin hal ini perlu dilakukan, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat pengguna jasa pelayaran kapal,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Said menjelaskan bahwa saat ini hasil retribusi dari upah jasa masyarakat, tidak lagi berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu.
“Jadi saat ini hasil retribusi Pelabuhan langsung diserahkan pada Kementrian Perhubungan, dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dan dalam setahun target kami sebesar Rp 70 Juta,” terangnya.(Dandi)











