TAKALAR

STIKES Tanawali Takalar Melaksanakan Kegiatan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon) di Kelurahan Bonrokadatto

29
×

STIKES Tanawali Takalar Melaksanakan Kegiatan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon) di Kelurahan Bonrokadatto

Sebarkan artikel ini
Tim Program S1 Keperawatan STIKES Tanawali Takalar pada pelaksanaan hibah Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).

TAKALAR, Topikterkini.com — Program S1 Keperawatan STIKES Tanawali Takalar telah melaksanakan kegiatan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon), serta sosialisasi penggunaan layanan gawat darurat PSC 119 Kab. Takalar tentang EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon).

Kegiatan ini melibatkan Kelompok Dasawisma  Kel. Bontokadatto sebagai Mitra, dan Public Safety Center 119 (PSC 119) Kabupaten Takalar sebagai pemateri dalam kegiatan pengabdian masyarakat pemula (PMP), pemateri dalam kegiatan ini adalah dokter yang bertugas di PSC 119 Kab. Takalar Dr. Muh. Alif Adhani., S.Ked. Kegiatan ini dilakasanakan di Aula Kantor Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar pada Hari kamis tanggal 10 Juli 2025.

Selain itu, STIKES Tanawali Takalar bekerjasama dengan Universitas Pejuang Republik Indonesia pada Hibah Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun pelaksanaan 2025.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP), yang dilaksanakan oleh Tim Program S1 Keperawatan STIKES Tanawali Takalar di Aula Kantor Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Kamis (10/7).

Adapun tim Pelaksana kegiatan tersebut yaitu, Ketua Dewiyanti, S.Kep,Ns,M.Kep, Anggota 1, Ernawati, S.Kep, Ns.,M.Kep, Anggota 2,  Dr. Adam Badwi, SKM, MM, dan Anggota Mahasiswa STIKES Tanawali Program Studi S1 Keperawatan.

Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta yang merupakan anggota kelompok Dasawisma Kelurahan Bontokadatto. Tak hanya itu, hadir pula Staf Kelurahan, para kepala lingkungan, tokoh masyarakat dan warga setempat.

“Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon),” ujar Ketua Tim, Dewiyanti, S.Kep,Ns,M.Kep.

Lanjut dijelaskan bahwa, Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon) merupakan tindakan kegawatdaruratan yang jarang diketahui oleh masyarakat, terutama prosedur penggunaan layanan kegawatdaruratan PSC 119 Kab.Talalar dan deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, memberdayakan, dan memandirikan kelompok Dasawisma deteksi dini stroke engan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon)  dalam penanganan awal untuk mencegah kecacatan dan kematian serta mengurangi angka kematian.

Dengan melakukan simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon) mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama deteksi dini stroke dan penanganan kegawatdaruratan pasien stroke sebelum dilakukan tindakan medis.

Sementara itu, Lurah Bontokadatto, Kaharuddin, SE.,M.Si. mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga di wilayahnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan simulasi yang bermanfaat, terutama yang berkaitan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat pada pasien stroke.

Melalui sosialisasi ini, Kata Kaharuddin, Pemerintah Kelurahan Bontokadatto berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih tanggap dan siap dalam menghadapi situasi darurat medis, sehingga angka keselamatan jiwa dapat ditingkatkan.

Sementara itu, kelompok Dasawisma Kelurahan Bontokadatto, mengaku mendapat pengetahuan dan pengalaman baru dari kegiatan tesebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *