Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – BPJS Kesehatan tengah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-57 tahun.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan diskriminasi terhadap peserta tidak benar.
“Kami sudah melakukan pengecekan dan memastikan bahwa tidak ada peserta yang dianaktirikan. Semua mendapatkan pelayanan yang sama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa tantangan besar yang dihadapi di Lombok Timur saat ini adalah meningkatkan keaktifan kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Hingga saat ini, capaian keaktifan peserta di Lombok Timur baru mencapai 72 persen. Padahal secara nasional, target tahun 2025 adalah seluruh masyarakat menjadi peserta aktif JKN,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem pembayaran BPJS Kesehatan menggunakan metode kapitasi, di mana besaran pembayarannya sudah ditentukan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan efisiensi dalam layanan kesehatan.
Tim Smart JKN di Lombok Timur pun mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menjalankan program dengan baik, terutama dalam mendorong transformasi layanan digital.
“Sekarang peserta cukup menunjukkan KTP saja untuk mendapatkan layanan. Ini menjadi bukti bahwa sistem semakin mudah dan inklusif. Kami tidak ingin ada diskriminasi terhadap siapa pun,” ujarnya.
Dengan digitalisasi yang terus berkembang, BPJS Kesehatan berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dan lebih aktif dalam keikutsertaan program JKN.(TT).











