BeritaDAERAHKesehatanNTB

Diduga Ada Produk Kosmetik Berbahaya dan Tuntut Direktur WBS Nusantara Bertanggung Jawab, Tidak Jadinya Hearing DPD KOMPAS Lotim Dipertanyakan!

339
×

Diduga Ada Produk Kosmetik Berbahaya dan Tuntut Direktur WBS Nusantara Bertanggung Jawab, Tidak Jadinya Hearing DPD KOMPAS Lotim Dipertanyakan!

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Pimpinan Daerah Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi (KOMPAS) Lombok Timur (Lotim) akan hearing tapi tidak jadi ada apa?.

 

Padahal di surat yang beredar DPD Kompas mendesak agar Direktur WBS Nusantara bertanggung jawab terkait dugaan penggunaan bahan merkuri dalam produk kosmetik mereka.

 

Selain itu, mereka juga mencurigai adanya pemalsuan sertifikat BPOM yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

 

Kecurigaan ini semakin menguat setelah beredarnya surat yang menyatakan bahwa DPD KOMPAS Lotim akan melakukan hearing dengan pihak WBS Nusantara. Namun, hearing yang semula dijadwalkan hari ini, 4 Agustus 2025, tiba-tiba dibatalkan. 

 

Salah satu warga, Wahyu, yang melihat surat edaran tersebut, menilai pembatalan tersebut sebagai gertakan belaka.

 

“Ini sudah sangat jelas di surat hearing mereka bahwa ada dugaan penggunaan sertifikat BPOM palsu yang dipakai oleh WBS Nusantara. Selain itu, produk kosmetik yang mereka pasarkan diduga mengandung merkuri yang berbahaya bagi warga Lotim,” ujar Wahyu dengan nada kesal.

 

Warga Lotim lainnya juga turut mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari produk tersebut. Mereka menuntut agar pihak berwenang segera turun tangan untuk menginvestigasi kasus ini demi keselamatan masyarakat.

 

“Jangan biarkan ini berlarut-larut. Pihak terkait harus segera bertindak untuk memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di masyarakat akibat produk yang berbahaya ini,” tegas warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Sementara itu, pihak WBS Nusantara belum memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang dilayangkan oleh DPD KOMPAS Lotim. Kordum DPD KOMPAS Lotim belum ada tanggapan sampai saat ini.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *