KOTA PALU

Proyek Puskesmas Talise Rp 4,7 M Diduga Bermasalah, Tiang Miring, DPRD Desak Uji Forensik Konstruksi

96
×

Proyek Puskesmas Talise Rp 4,7 M Diduga Bermasalah, Tiang Miring, DPRD Desak Uji Forensik Konstruksi

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Palu – Proyek pembangunan Puskesmas Talise di Huntap Tondo, Kota Palu, senilai Rp4,7 miliar, menjadi sorotan tajam setelah ditemukan dugaan cacat konstruksi. Sejumlah pihak menilai bangunan tersebut bermasalah karena tiang miring ke selatan dan cakar ayam tidak sejajar dengan kolom penyangga.

Pengusaha jasa konstruksi, Adhi Vharel, melalui pesan di grup WhatsApp, mengusulkan agar proyek tersebut dihentikan sementara sebelum dilanjutkan ke tahap II. Ia mendorong dilakukan uji forensik struktur bangunan secara menyeluruh oleh Tim Ahli Bangunan Gedung.

“Langkah ini penting untuk menghindari fitnah dan polemik. Kasihan Pemda Kota Palu, khususnya Dinas Kesehatan dan kontraktor, jika disudutkan hanya berdasarkan pandangan kasat mata,” tulisnya.

Adhi menegaskan penilaian teknis harus terukur, objektif, konsisten, dan transparan. “Pihak dinas dan kontraktor juga perlu kita hargai karena mereka sudah bekerja sesuai prosedur,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rohmat Jasin, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tengah tidak menemukan kesalahan konstruksi. “Masalah teknis bangunan tentu lebih diketahui konsultan pengawas proyek,” katanya melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/8/2025).

Meski demikian, sumber di kalangan kontraktor menyebut ada temuan BPK sekitar Rp500 juta terkait dugaan gagal konstruksi, yang kini pemeriksaannya diserahkan ke Inspektorat Kota Palu.

Anggota DPRD Kota Palu Fraksi Gerindra, Alfian Chaniago, SE, menyebut proyek tahap I yang dikerjakan pada 2024 menggunakan dana APBD dan Dana Alokasi Khusus Kementerian Kesehatan, sudah menunjukkan tanda-tanda bermasalah. “Slop dengan kolom cakar ayam tidak ketemu, sambungan tiang hanya ditempel, sangat rawan. Bahkan konsultan proyek mengakui bangunan miring ke selatan,” tegasnya.

Selain tiang miring, Alfian juga menyoroti atap yang bocor. Ia mendesak evaluasi total dan kajian kelayakan bangunan sebelum tahap II dilanjutkan.

Ketua DPRD Kota Palu, Rico Andi Tjatjo Djanggola, meminta penjelasan teknis resmi dari pihak rekanan maupun Dinas Kesehatan. “Harus dipastikan apakah bangunan ini layak digunakan atau tidak,” tegasnya.

Sumber: Dealinenews.com.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *