Topikterkini.com.tolitoli – Acara Gema Tandan Desa Ketahanan Pangan yang digelar di Desa Ginunggung, Kecamatan Galang, pada Rabu (20/8/2025), menjadi momentum penting kolaborasi antara pemerintah, desa, dan pihak swasta dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan nasional.
Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Utama PT Mandraguna Pusaka Indonesia Muh. Rian, Direktur Pemasaran PT Mandraguna Ade Hakim, Ketua APDESI Kabupaten Tolitoli Anwar Lihawa, serta Camat Galang Agus Salim. Acara ini juga diikuti kelompok tani, wanita tani, koperasi desa, perwakilan BUMDes, hingga delegasi dari desa-desa se-Kecamatan Galang.
Pupuk Organik Cair Pertama Berbasis Lemak Hewani
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Mandraguna memperkenalkan Mandraguna Grow, pupuk organik cair berbahan dasar lemak hewani pertama di Indonesia. Produk inovatif ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya padi, hingga dua ton lebih per hektar.
“Ini bukan sekadar bisnis, tapi komitmen kami untuk membantu petani agar hasil panen meningkat, biaya lebih efisien, dan pada akhirnya mendukung tercapainya kedaulatan pangan nasional,” jelas Muh. Rian.
Mandraguna Grow mengandung asam amino dan enzim alami hasil pemrosesan lemak sapi dan domba. Zat tersebut berperan penting dalam meningkatkan klorofil, mempercepat fotosintesis, memperbaiki jaringan tanaman, hingga mengaktifkan mikroba tanah yang menyuburkan lahan.
Keunggulan Mandraguna Grow
- Mengandung unsur hara makro–mikro lengkap untuk semua fase pertumbuhan.
- Kaya enzim & asam amino yang memperkuat metabolisme tanaman.
- Menyuburkan tanah dengan meningkatkan populasi mikroorganisme.
- Memperbaiki struktur dan nutrisi tanah dengan karbon organik tinggi.
- Mengurangi kebutuhan pupuk kimia hingga 50–100% secara bertahap.
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama & penyakit.
- Membuat tanaman lebih sehat, aman, dan minim residu kimia.
- Menghasilkan panen lebih banyak dan berkualitas—dari segi rasa, warna, aroma, hingga daya simpan.
Distribusi Hingga Desa dan Kemitraan dengan BUMDes
Direktur Pemasaran PT Mandraguna, Ade Hakim, menegaskan pihaknya akan membangun jaringan distribusi pupuk hingga tingkat desa. Desa Ginunggung bahkan diproyeksikan sebagai pilot project dengan pendirian depot pupuk cair Mandraguna.
“Model kami satu provinsi satu pabrik, agar harga stabil dan stok selalu tersedia. Kami ingin BUMDes menjadi penyalur, koperasi desa menjadi off-taker hasil panen, dan petani didampingi dari tanam hingga pascapanen,” terangnya.
Menurutnya, tujuan utama adalah mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, serta memastikan akses petani semakin mudah dan murah.
Peran Desa dalam Ketahanan Pangan
Ketua APDESI Kabupaten Tolitoli, Anwar Lihawa, yang juga Kepala Desa Ginunggung, menegaskan bahwa desa memiliki peran vital dalam ketahanan pangan. Sesuai arahan Presiden dan regulasi Kemendesa, setiap desa wajib mengalokasikan 20% Dana Desa untuk program ketahanan pangan melalui skema Ketapang.
“Kalau desa kuat, maka negara juga kuat. Desa Ginunggung siap menjadi contoh. Kami ingin inovasi ini menyebar ke semua desa agar manfaatnya dirasakan luas, bukan hanya di sini,” tegasnya.
APDESI juga memastikan kerja sama dengan PT Mandraguna akan dilanjutkan melalui pembangunan lahan percontohan (demplot) di 10 kecamatan dan penerapan program di 103 desa se-Kabupaten Tolitoli.
Apresiasi Pemerintah Kecamatan
Camat Galang, Agus Salim, mengapresiasi sinergi pemerintah desa dan pihak swasta ini. Menurutnya, fokus pada padi adalah pilihan tepat mengingat potensi lahan pertanian di Tolitoli sangat besar namun belum tergarap maksimal.
“Kami berterima kasih atas masuknya inovasi ini. Hasil diskusi hari ini akan saya teruskan ke seluruh kepala desa agar manfaatnya meluas, tidak hanya untuk Desa Ginunggung,” ungkapnya.
Menuju Surplus Pangan Nasional
Acara ditutup dengan doa bersama agar kerja sama lintas pihak ini membawa manfaat nyata bagi petani di Tolitoli. Harapannya, inovasi pupuk Mandraguna Grow mampu mempercepat langkah Indonesia menuju surplus pangan dan kemandirian nasional.
“Yang penting adalah komitmen bersama. Kalau konsisten, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan,” pungkas Camat Galang.
(HD).











