BeritaDAERAHNTB

Sejarah Baru di Lombok Timur: Dua Aksi Mahasiswa, Dua Sound System, Kepung Kantor Bupati dan DPRD

104
×

Sejarah Baru di Lombok Timur: Dua Aksi Mahasiswa, Dua Sound System, Kepung Kantor Bupati dan DPRD

Sebarkan artikel ini

Topikterkini. Com.LOMBOK TIMUR — Hari Rabu (3/9) menjadi catatan sejarah baru di Lombok Timur ketika dua aliansi mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa secara bersamaan di dua titik berbeda dengan tuntutan berbeda.

 

Unjuk rasa ini berlangsung damai dan tertib dengan pengawalan aparat keamanan.

 

Puluhan mahasiswa dari Universitas Hamzanwadi yang tergabung dalam Aliansi Gumi Patuh Karyamenggelar aksi di depan Kantor Bupati Lombok Timur.

 

 

 Mereka menyuarakan enam tuntutan utama yang menyoroti isu lingkungan, transparansi pembangunan, dan keadilan sosial.

 

Massa menolak sejumlah proyek pembangunan yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan, seperti rencana pembangunan seaplane, glamping, dan kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani. 

 

Mereka juga menuntut penghentian tambang galian C ilegal di Korleko, serta pembentukan forum konsultasi publik yang inklusif.

 

Selain itu, mahasiswa mendesak penindakan terhadap aparat yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil dan menuntut evaluasi gaji serta tunjangan anggota DPR RI agar sesuai dengan prinsip keadilan sosial.

 

Sementara itu, Aliansi Cipayung Plus melakukan aksi terpisah di depan Kantor DPRD Lombok Timur. 

 

Mereka menuntut agar Sekretaris Dewan (Sekwan) dicopot dari jabatannya, menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan di media sosial terkait istilah “nasi kaput”, yang dinilai menyinggung mahasiswa.

 

Menariknya, dua kelompok mahasiswa ini menggunakan sound system terpisah di dua lokasi berbeda namun di sekitardepan KantorDPRD, secara bersamaan menyerukan aspirasi mereka yang berbeda — menjadikan hari itu sebagai momen langka dalam sejarah pergerakan mahasiswa di daerah.

 

Aksi ini berjalan damai dan menjadi sorotan publik karena menunjukkan dinamika demokrasi dan keberanian mahasiswa menyuarakan kepentingan rakyat.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *