BUOL

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Buol Siap Kawal Ketahanan Pangan Nasional dengan Semangat Prabowoisme

153
×

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Buol Siap Kawal Ketahanan Pangan Nasional dengan Semangat Prabowoisme

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, turut serta dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tani Merdeka yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, pada 27–28 Agustus 2025.

Rapimnas dihadiri Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pembina TMI, Sudaryono, Ketua Umum TMI Don Muzair, serta seluruh pengurus DPP, DPW, dan DPD se-Indonesia.

Ketua DPD TMI Buol, Ishak Yacub, menyebut keikutsertaan pihaknya dalam forum nasional ini menjadi langkah awal untuk mengawal program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. “Tani Merdeka hadir sebagai kekuatan rakyat yang mendukung penuh program pertanian nasional. Dari Buol, kami membawa aspirasi dan solusi untuk memajukan negeri,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Menurut Ishak, forum Rapimnas juga menjadi ajang konsolidasi ribuan petani dan pengurus TMI se-Indonesia. Isu strategis yang dibahas meliputi penguatan organisasi, dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, serta pemanfaatan teknologi pertanian. Setiap DPD diberikan kesempatan memaparkan kondisi pertanian daerah, baik potensi maupun masalah klasik seperti kelangkaan pupuk, hama, hingga keterbatasan akses teknologi.

“Kami tidak ingin hanya jadi penonton. Tani Merdeka harus turun langsung ke lapangan, hadir di tengah petani, dan menjadi bagian dari solusi nyata. Semua harus ikut menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo,” tegasnya.

Pernyataan Perjuangan DPD TMI Buol

Dalam forum tersebut, DPD TMI Buol menyampaikan sikap perjuangannya yang berakar dari desa, berideologi kuat, dan berdaya juang tinggi. Dengan semangat **Prabowoisme—keberanian, kemandirian, dan pengabdian total kepada bangsa—**mereka menegaskan dua arah utama:

1. Prioritas membangun organisasi sesuai arahan Ketua Dewan Pembina, Sudaryono:

  • Konsolidasi struktur hingga ke tingkat desa
  • Kaderisasi militan yang memahami ideologi dan siap turun ke lapangan
  • Menjadikan organisasi sebagai alat perjuangan rakyat, bukan alat elite

2. Perjuangan untuk bantuan pertanian:

  • Mendorong distribusi pupuk, benih, dan alat produksi yang adil serta tepat sasaran
  • Memperjuangkan kebijakan harga yang melindungi petani dari permainan pasar
  • Membuka akses pembiayaan, pendampingan, dan advokasi kebijakan yang berpihak pada petani

“Kami tidak akan membiarkan petani berjalan sendiri. Tani Merdeka hadir sebagai perisai sekaligus penggerak perubahan,” tegas Ishak.

Ia menutup dengan pesan bahwa Prabowoisme bukan sekadar nama, melainkan semangat kolektif membangun Indonesia dari desa. “Satukan barisan, rapatkan tekad, dan bawa semangat ini ke setiap jengkal tanah Buol. Organisasi kuat, kader militan, dan gerakan tani terstruktur adalah jalan kemenangan kita,” pungkasnya.

Editor: Husni Sese.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *