Topikterkini. Com.LOMBOK TIMUR — Keterlambatan pencairan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) kembali menimbulkan dampak serius bagi mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR).
Salah satu mahasiswa penerima KIP-K mengaku terpaksa mempertimbangkan untuk berhenti kuliah karena kesulitan biaya hidup dan pendidikan.
“Sudah hampir satu semester dana belum juga cair. Saya sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Kalau begini terus, saya bisa saja berhenti kuliah,” ujar mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (19/10).
Mahasiswa tersebut mengaku mengandalkan bantuan KIP-K untuk membayar kebutuhan kuliah, tempat tinggal, dan makan sehari-hari. Tanpa dana tersebut, kelangsungan pendidikannya terancam.
Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan pengelolaan KIP-K di UGR, yang belakangan juga disorot akibat dugaan intervensi oknum dalam proses verifikasi pengembalian dana.
Menanggapi hal itu, sejumlah aktivis mahasiswa mendesak rektorat UGR segera memberikan kepastian terkait jadwal pencairan dana dan menjamin tidak ada mahasiswa yang dirugikan.
“Kampus harus hadir dan bertanggung jawab. Keterlambatan ini bukan masalah kecil. Ini menyangkut masa depan mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” tegas salah satu aktivis.(TT).











