TAKALAR

Pemboman Ikan di Tanakeke Makin Marak, Bupati Takalar : Itu Dilarang dan Merusak

39
×

Pemboman Ikan di Tanakeke Makin Marak, Bupati Takalar : Itu Dilarang dan Merusak

Sebarkan artikel ini

TAKALAR, Topikterkini.com — Aksi pemboman ikan di kepulauan Tanakeke sepertinya tidak akan pernah berhenti, hal ini di duga akibat lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku.

Bagaimana tidak, selama ini para pelaku tidak ada seorang pun yang pernah tersentuh hukum, sehingga terkesan para pelaku ” Kebal Hukum”.

Viral vidio aksi pemboman ikan di wikayah pesisir selatan pulau Bauluang.

Aktifitas pemboman ikan tak bisa dibantah dengan munculnya vidio amatir warga yang berada di TKP saat para pelaku melakukan aksinya.

Vidio singkat yang berdurasi 11 detik tersebut memperlihatkan saat sebuah perahu kecil yang di tumpangi oleh 2 orang nelayan yang salah satu diantaranya membuang sebuah benda yang di duga bom ke laut, lalu beberapa detik kemudian terjadi ledakan yang cukup besar.

Dari keterangan beberapa warga mengungkapkan bahwa pelaku adalah warga Desa Minasa Baji kepulauan Tanakeke Kab.Takalar.

Bupati Takalar Firdaus Dg Manye yang diminta Tanggapannya terkait Maraknya Pemboman ikan di Tanakeke, dengan tegas mengatakan itu dilarang dan merusak.

“Penangkapan ikan dengan menggunakan Bom itu dilarang dan merusak,” ujarnya melalui Whatshapp.

Sementara itu, Kapolsek Mapsu yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa terkait vidio pemboman ikan tersebut sudah di tangani pihak polres Takalar.

“Sudah di tangani oleh pihak Polres Takalar daeng,” kata Sumarwan melalui sambungan Telpon, Kamis (30/10/2025).

Kasat Reskim Polres Takalar pun membenarkan Hal tersebut. ” Iya sudah kami undang para terduga pelaku  untuk memberikan klarifikasi,” terangnya.

Selain itu, ketua pemerhati kawasan konservasi Tanakeke sekaligus ketua pokmaswas Jagad Samudra, Masriadi Dg Tika’ mengecam sekaligus menghimbau warga agar bethenti melakukan penangkapan ikan tidak ramah lingkungan (Bom dan Bius).

“Sebagai pemerhati kawasan konservasi di Tanakeke, saya sangat mengecam perilaku penangkapan ikan dengan bom, karena itu sangat merusak lingkungan, terutama merusak terumbu karang dan merusak kawasan budidaya rumput laut warga,” jelasnya.

“Saya menghimbau wrga Tanakeke agar menghentikan segal aktifitas penangkapan ikan yang dapat merusak lingkungan, karena ini sangat berpengaruh dan berdampak pada anak cucu kita nantinya,” tutup Dg Tika. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *