Topikterkini. Com.LOMBOK TIMUR— Seorang mahasiswa asal Lombok Timur, Wahyu, menyoroti kebijakan perekrutan tenaga kerja oleh Dapur MBG yang dinilai tidak sesuai prosedur karena dilakukan tanpa pelatihan terlebih dahulu.
Informasi yang di himpun sementara, Satu dapur MBG rekrut pekerja 50 orang dan saat ini total dapur mbg sudah beroperasi 100 lebih di Lombok Timur
Wahyu, yang juga aktivis mahasiswa setempat, menyampaikan kritiknya setelah menerima laporan dari sejumlah pekerja baru yang langsung ditempatkan di bagian produksi tanpa pembekalan keterampilan dasar.
“Dapur MBG seharusnya memberikan pelatihan terlebih dahulu agar pekerja paham standar keselamatan dan kualitas produk. Tanpa pelatihan, risiko kerja dan kesalahan produksi bisa meningkat,” tegas Wahyu, Rabu (5/11).
Ia mendesak pihak Dapur MBG agar memberikan pelatihan terlbih dahulu supaya lebih tau cara kerja mempersiapkan MBG untuk siswa-siswi san ibuk hami ( Anak balita).
Di sisi lain ia menyebut, sangat memperhatikan hak-hak tenaga kerja, termasuk jaminan keselamatan dan peningkatan kapasitas karyawan.
Diterbitkan berita ini korwil MBG di Lombok Timur belum bisa di konfirmasi .(TT).













