DAERAHJENEPONTOPOLITIK

Lurah Balang Jeneponto Diduga Berbohong, Hamsah: “Saya Sudah Beberapa Kali Setor Pajak PBB Warga Tahun 2025”

221
×

Lurah Balang Jeneponto Diduga Berbohong, Hamsah: “Saya Sudah Beberapa Kali Setor Pajak PBB Warga Tahun 2025”

Sebarkan artikel ini
Lurah Balang Abd Rahman, dan Camat Binamu Ir. Rizal. (Foto:Arief)

Topikterkini.com–Jeneponto– Suasana Kantor Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, mendadak riuh pada Senin lalu (10/11/2025). Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi kantor pemerintahannya sendiri sebagai bentuk protes atas pencopotan Kepala Lingkungan Lembangloe, Hamsah, SE., yang dinilai sepihak dan sarat kejanggalan.

Aksi tersebut berlangsung tegang namun tertib. Aparat Polres Jeneponto dikerahkan untuk menjaga situasi. Camat Binamu, Ir. Rizal, juga hadir untuk memfasilitasi audiensi antara warga, Lurah Balang, dan pihak kecamatan.

Tokoh agama setempat, Saliri, S.Pd., mengaku terkejut ketika mengetahui pergantian tersebut dilakukan tanpa musyawarah.

“Seandainya diadakan rapat, bagaimana ini bagaimana ini, mungkin tidak ada kekecewaan warga seperti ini. Masyarakat ingin tersentuh,” ucap Saliri.
Ia bahkan ikut menandatangani petisi penolakan.
“Saya menyatakan tidak menyetujui pergantian tanpa musyawarah. Hamsah itu orang bagus dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ismail Dg Tammu, salah satu tokoh masyarakat, mempertanyakan dasar pencopotan tersebut.
“Apa kira-kira dasar katte na kulle ajukan pergantian kepala lingkungan?” tanyanya dengan nada tajam kepada Lurah Balang.

Ismail menegaskan, secara umum hanya ada tiga alasan sah pergantian kepala lingkungan: mengundurkan diri, melakukan pelanggaran, atau meninggal dunia.

“Selama ini kami lihat Hamsah mengayomi. Na kaana anua tenna calla’na,” tegasnya.
Ismail juga menyentil Camat Binamu karena menandatangani usulan Lurah tanpa melakukan verifikasi mendalam.
“Pak Camat hanya terima barang ‘masak atau setengah masak’. Saya sudah ingatkan agar hati-hati. Pending dulu SK baru,” ujarnya.

Menurutnya, warga kecewa karena selama menjabat, Hamsah dinilai menjalankan tugas dengan baik.
“Selama ini Pak Hamsah aktif dan banyak membantu kami. Tiba-tiba diganti tanpa alasan jelas.”

Petisi penolakan pun beredar luas.
“Ratusan warga sudah tanda tangan,” kata Ismail.

Lurah Balang, Abd Rahman, menyatakan pergantian dilakukan karena dua hal:
1. SK jabatan yang dianggap kadaluwarsa.
2. Hamsah disebut tidak menyetor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2025.

“Dari lima kepala lingkungan, empat sudah menyetor PBB. Hanya Pak Hamsah yang belum,” ujar Rahman.

Menurutnya, hal tersebut menjadi dasar diterbitkannya SK pergantian.

Pernyataan Lurah tersebut langsung dibantah keras oleh Hamsah.

“Tahun 2025 ini, saya sudah setor PBB warga sekitar Rp 7 juta, Pak. Tidak benar kalau saya tidak pernah menyetor,” tegasnya sambil menunjukkan slip setoran dari Bank BPD Sulselbar.
Hamsah juga mengingatkan bahwa batas akhir setoran PBB adalah Desember.

Ia mengungkapkan, penagihan PBB sempat terhenti di awal tahun karena adanya protes kenaikan tarif PBB–yang juga diminta langsung oleh Lurah untuk dihentikan sementara.

“Jadi saya tidak teledor. Bahkan saya sudah beberapa kali setor tahun ini,” ucapnya.

Sebagai bukti tambahan, Hamsah menunjukkan rekapitulasi resmi PBB 2022–2024 yang ditandatangani sendiri oleh Lurah Balang.

“Saya tiga tahun berturut-turut tertinggi setoran PBB. Tidak pernah melanggar dan tidak pernah menerima SP.”

Ia mengakui SK-nya memang kadaluwarsa, namun hal itu juga terjadi pada empat kepala lingkungan lainnya.

“Yang mengherankan, SK mereka diperbarui–saya tidak. Lalu saya dicopot tanpa berita acara dan tanpa pelanggaran. Ini tidak adil.”

Sementara itu, Camat Binamu, Ir. Rizal, menyebut pihak kecamatan hanya menerima usulan dari kelurahan.

“Saya sampaikan ke Pak Lurah, bagaimana situasi dan sampaikan dulu kesemua (warga), lama dipending ini, ada satu dua bulan kita pending ini, jangan dulu, ada juga disampaikan wartawan bahwa Hamsah tidak keberatan ji Karaeng, cuman masyarakat. Jadi sampaikan apa keinginan ta, InsyaAllah kami akan tindaklanjuti, jadi diskusi maki dulu,” ucapnya.

Namun warga tetap menolak seluruh usulan Lurah Balang. Mereka bahkan menolak calon pengganti yang disebutkan Lurah.

Saat Rahman bertanya,
“Ini Lingkungan berua nasebut tadi Tammu, Ahmad Yani Buang, Tikamma punna ero dicoba?”

Warga langsung membalas dengan teriakan keras:
“Tena! Tena! Tetap Hamsah!.”

Pertemuan Buntu, Warga Kirim Surat Resmi
Pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan. Warga tetap menolak pencopotan dan meminta Hamsah dikembalikan.
Warga kemudian mengirim surat resmi melalui Forum Silaturahmi Warga Lembangloe kepada pihak kecamatan untuk mengevaluasi Lurah Balang dan membatalkan pergantian kepala lingkungan Lembangloe. Mereka bahkan mengancam akan melakukan aksi lanjutan bila aspirasi masyarakat tidak dipenuhi.

Kondisi Kantor Kelurahan Memprihatinkan
Di balik ketegangan itu, pemandangan di Kantor Kelurahan Balang turut menjadi perbincangan. Pagar kantor dari bambu, itupun hanya sepotong saja dibagian depannya, beberapa titik plafon jebol, aliran pembuangan air WC tidak ada, dan bangunan terbengkalai di kiri dan kanan memperlihatkan minimnya pembenahan.

Seorang anggota Grup WhatsApp yang melihat postingan kondisi kantor itu berkomentar:

“Sepertinya jamannya Pak almarhum Suharto ini kantor, yah.”

Laporan: Arief Rahman/Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *