BeritaDAERAHKriminalNTBPENDIDIKAN

DALANG DAN PENERIMA DANA KORUPSI CHROMEBOOK LOTIM MASIH MISTERIUS, TIGA DI ANTARA ENAM TERSANGKA MENGAKU “KORBAN”,SIAPAKAH DIBALIK PENGATURAN ITU?

148
×

DALANG DAN PENERIMA DANA KORUPSI CHROMEBOOK LOTIM MASIH MISTERIUS, TIGA DI ANTARA ENAM TERSANGKA MENGAKU “KORBAN”,SIAPAKAH DIBALIK PENGATURAN ITU?

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

TOPIKTERKINI.COM.LOMBOK TIMUR —Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menjadi sorotan publik setelah enam orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur.

 

Namun, pertanyaan besar masih mengambang: siapa dalang sesungguhnya di balik aliran dana sekitar Rp 9 miliar, dan siapa penerima uang tersebut?

 

Tersangka & Kerugian Negara

 

Kejari Lotim mengonfirmasi bahwa enam tersangka kini mendekam di Lapas Selong terkait pengadaan 4.320 unit Chromebook pada tahun 2022. Nilai total proyek awal tercatat sekitar Rp 32,4 miliar. 

 

Menurut audit oleh Kantor Akuntan Publik A.F. Rahman & Soetjipto WS, dugaan kerugian negara mencapai sekitar Rp 9,2 miliar.

 

Modus Operandi: Pengaturan Tender

 

Berdasarkan hasil penyidikan, Kejari menuding adanya pengaturan pemenang tender melalui e-Katalog. 

 

Kasi Intelijen Kejari, Ugik Ramantyo, menyatakan bahwa sejumlah tersangka sejak awal telah bersepakat menentukan perusahaan penyedia.

 

Beberapa rekening “penerima” dana ternyata milik kerabat tersangka atau orang lain, bukan milik tersangka sendiri. Kejari mencatat 17 transaksi mencurigakan senilai Rp 2,2 miliar yang mengalir ke 14 rekening berbeda.

 

 Siapa Korban dan Siapa Dalangnya?

 

Dari enam tersangka, sebagian mengaku bahwa mereka hanyalah “korban” perintah — bukan aktor utama. Menurut versi mereka, perintah itu berasal dari pihak yang lebih tinggi dalam struktur pengadaan, yang belum terungkap identitasnya. Dalam pernyataan publik, mereka mempertanyakan siapa yang memberi instruksi untuk “klik” (penunjukan pemenang tender) dan siapa yang sebenarnya menerima aliran dana.

 

Kasi Intelijen Kejari pun mengakui adanya aliran dana ke rekening kerabat tersangka, namun belum bisa memastikan apakah ada penerima terakhir yang “misterius” di luar lingkaran tersangka. “Kami masih melacak aliran dana lebih jauh,” ujar Kejari. 

 

 Reaksi dan Langkah Penegakan Hukum

 

 Kepala Kejari Lombok Timur, Hendro Wasisto, menyatakan penyidikan terus dijalankan dengan memeriksa saksi-saksi kunci dan ahli IT. 

 

  Tantangan Transparansi

 

Masyarakat dan pengamat menilai kasus ini sebagai contoh klasik korupsi struktural: meski para pelaku telah tertangkap, “otak” di balik pengaturan masih tersembunyi. Ada kecurigaan bahwa aliran dana tidak hanya berhenti di rekening tersangka, tetapi mungkin diteruskan ke pihak lain yang lebih tinggi.

 

Sampai saat ini, Kejari belum mengungkap nama dalang atau penerima akhir dari seluruh Rp 9 miliar. Pernyataan resmi mereka adalah bahwa penyidikan masih berjalan dan audit kerugian negara telah dilakukan.

 

Kasus Chromebook Lotim menyajikan skema korupsi yang terstruktur: pengaturan tender melalui e-Katalog, aliran dana ke rekening pihak ketiga, dan klaim dari sejumlah tersangka bahwa mereka “hanya menjalankan perintah.” Meski enam orang sudah ditahan, identitas pengendali utama (“otak korupsi”) dan penerima dana akhir masih misterius. Publik dan penegak hukum menunggu hasil akhir audit dan penyidikan untuk menguak seluruh jaringan di balik skandal ini.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *