TOPIKTERKINI.COM- Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan Investment and Business Matching yang bertema “Accelerate National Economic Growth Through Downstreaming of Fisheries” di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Lantai 1, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh para investor sektor kelautan dan perikanan dari seluruh Indonesia, serta perwakilan pemerintah daerah, termasuk DPMPTSP Kabupaten Jeneponto sebagai narasumber.(20/11/2025)
Kegiatan ini bertujuan untuk memicu pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi hilirisasi di sektor kelautan dan perikanan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat daya saing produk perikanan serta membuka peluang investasi yang lebih luas di daerah.
Acara dibuka dengan rangkaian kegiatan resmi seperti Welcoming Remark, pemutaran video Investment in Blue Economy, penyampaian capaian ekspor, dan Keynote Speech dari jajaran pimpinan KKP. Selanjutnya, para peserta mengikuti sejumlah sesi materi terkait peluang investasi, termasuk sesi pemaparan profil industri kelautan dan perikanan by sector. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi one on one meeting antara pemerintah daerah dengan calon investor.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Meriyani, S. P. M. Si selaku Kepala DPMPTSP Kabupaten Jeneponto memaparkan potensi investasi pembangunan garam industri, termasuk kesiapan lahan serta peluang pengembangan hilirisasi produk garam di Jeneponto. Paparan ini mendapat perhatian peserta dalam sesi one on one meeting. Tidak hanya itu, investor dari sektor rumput laut menyampaikan minat awal untuk membuka lahan budidaya seluas 200 hektare di Kabupaten Jeneponto, menunjukkan bahwa daerah tersebut semakin diperhitungkan dalam sektor kelautan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Jeneponto, Dr. Hj. Meriyani, S.P., M.Si., dalam pernyataannya menegaskan bahwa Jeneponto merupakan salah satu daerah dengan potensi garam terbesar di Sulawesi Selatan.
“Kabupaten Jeneponto memiliki luas lahan tambak kurang lebih 826 hektare dengan produksi garam tahun 2024 mencapai 28.033 ton per musim. Jeneponto sangat siap memasuki tahap hilirisasi produk garam. Kami juga memiliki lahan seluas 3 hektare milik Pemkab yang dapat digunakan untuk pembangunan pabrik garam industri. Kami berharap investor dapat datang ke Jeneponto. Pemkab siap mendukung penuh melalui program Bupati H. Paris Yasir dan Wakil Bupati Islam Iskandar yakni Jeneponto Gembira,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa Jeneponto memiliki success story penerimaan masyarakat terhadap investor, terbukti dari keberhasilan investasi di sektor pembangkit listrik yang telah hadir sebelumnya.
Kegiatan Investment and Business Matching ini ditutup dengan sesi pertemuan B2B dan B2G yang diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan investasi nasional, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.***











