TOUNA

Banjir Rob Berulang, Pemda Touna Hadir Dengan Solusi Tanggul Pesisir 2026

26
×

Banjir Rob Berulang, Pemda Touna Hadir Dengan Solusi Tanggul Pesisir 2026

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Touna Sulawesi Tengah — Senin (8/12/2025)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tojo Una-Una, Mohamad Asfan Supu, turun langsung meninjau lokasi banjir rob yang kembali melanda Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota. Peninjauan juga dilakukan di pesisir Pantai Bailo, wilayah yang mengalami dampak serupa.

Banjir rob di Malotong telah menjadi “tradisi bencana” yang datang setiap bulan Desember. Warga merasa seolah dihantui siklus tahunan yang selalu meresahkan dan merusak aktivitas kehidupan mereka.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Kadis PUPR didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR, Faisal Sanang, beserta jajaran. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan, menilai dampak terhadap warga, sekaligus mempersiapkan langkah penanganan yang lebih konkret.

Di lokasi bencana, Asfan Supu menegaskan bahwa pembangunan tanggul pesisir di Malotong dan Pantai Ue Nguri, Kelurahan Bailo, akan direalisasikan pada tahun 2026.

“Rencana pembangunan tanggul di kedua lokasi itu akan direalisasikan tahun depan,” ujar Asfan Supu.

Sementara itu, salah satu warga Malotong, Bahrun, mengungkapkan bahwa usulan penanganan banjir rob sebenarnya sudah ia sampaikan bertahun-tahun lalu melalui proposal resmi kepada Pemda Touna, namun hingga kini belum terealisasi.

Hal tersebut dibenarkan Mama Suci, korban lainnya.
Setiap memasuki bulan Desember, warga mulai cemas dan bersiap menghadapi banjir rob yang selalu datang tanpa kompromi. Bahkan untuk sekadar memasak pun mereka kerap kesulitan karena rumah terendam air.

“Kami berharap pemerintah segera membangun tanggul penahan ombak agar air tidak lagi masuk ke rumah,” harapnya dengan suara penuh kegelisahan.

Bencana serupa juga menimpa 27 rumah warga di Ue Nguri, Kelurahan Bailo, pada Minggu kemarin. Dalam kesempatan yang sama, Lurah Bailo turut menyampaikan harapan agar pembangunan tanggul dapat diprioritaskan.

Kini, janji pembangunan pada tahun 2026 memberi secercah harapan bagi warga dua kelurahan tersebut — harapan bahwa Desember berikutnya tidak lagi menjadi bulan penuh ketakutan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *