Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – Polemik pengelolaan Ekowisata Bale Mangrove di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, kian memanas.
Terbaru, beredar poster bertuliskan “Boikot/Blacklist Tolak Wabup H. Edwin Hadiwijaya” yang menyebutkan penolakan terhadap kehadiran Wakil Bupati Lombok Timur di wilayah tersebut.
Poster dan surat penolakan itu diduga berkaitan dengan keterlibatan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, dalam persoalan ekowisata Bale Mangrove. Dalam surat yang beredar luas di masyarakat, terdapat pernyataan keras yang menyatakan ketidakpuasan terhadap sikap wabup yang dinilai terlalu jauh mencampuri urusan pengelolaan wisata tersebut.
Surat tersebut ditujukan langsung kepada H. Edwin Hadiwijaya dan menyebutkan bahwa pihak penolak merasa wabup tidak menghargai serta tidak menghormati struktur pemerintahan yang ada di bawahnya. Bahkan, dalam surat tersebut terdapat kalimat bernada sindiran yang meminta agar wabup “menjadi kepala wilayah Poton Bako saja.” Surat itu bertanggal Jerowaru, 5 Januari 2026.
Kisruh ini menuai perhatian berbagai pihak. Ketua (KSPN) Lombok Timur, Muhyidin, mengkritik keras adanya dugaan keterlibatan Wakil Bupati dalam polemik Ekowisata Bale Mangrove.
Ia menilai persoalan wisata seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang jelas dan menghormati kewenangan masing-masing pihak.
“Semua pihak seharusnya menahan diri dan mengedepankan dialog. Jangan sampai konflik ini justru merugikan masyarakat dan mencederai semangat pengembangan pariwisata berbasis lingkungan,” ujar Muhyidin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, terkait beredarnya poster boikot dan surat penolakan tersebut. Pemerintah daerah juga belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah yang akan diambil untuk meredam ketegangan di Kecamatan Jerowaru.
Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan polemik Bale Mangrove secara adil dan transparan agar tidak berlarut-larut serta tidak mengganggu stabilitas sosial di wilayah Jerowaru.(TT).











