BUOLSULTENG

Pemkab Buol Jenguk 15 WNA Filipina di RSUD Mokoyurli, Wabup Tekankan Nilai Kemanusiaan

154
×

Pemkab Buol Jenguk 15 WNA Filipina di RSUD Mokoyurli, Wabup Tekankan Nilai Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol melakukan kunjungan kemanusiaan ke RSUD Mokoyurli untuk menjenguk 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang baru saja diselamatkan setelah terombang-ambing di laut selama sekitar 13 hingga 14 hari.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol, Moh Nasir DJ Daimaroto di dampingi Plt Sekda Buol, Moh Yamin Rahim bersama jajaran pemerintah daerah.

Kehadiran Wabup dan rombongan sebagai bentuk kepedulian serta dukungan moral kepada para korban, khususnya anak-anak dan perempuan yang terlihat mengalami luka bakar matahari (sunburn) pada wajah akibat paparan cuaca ekstrem di laut lepas.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Buol menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buol mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di atas segala kepentingan.

Pemda memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang layak serta tempat bernaung sementara yang aman.

“Ini adalah persoalan kemanusiaan. Keselamatan dan kesehatan para korban menjadi prioritas utama kami,” ujar Wabup saat berada di RSUD Mokoyurli.

Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada nelayan lokal, khususnya Moh Rusman alias Cici, yang dengan sigap dan penuh keberanian mengevakuasi para korban di tengah laut.

Berdasarkan data sementara, 15 WNA tersebut terdiri dari 7 orang dewasa dan 8 anak-anak/balita. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan kesehatan secara intensif di RSUD Mokoyurli karena saat ditemukan dalam kondisi lemas, dehidrasi, serta mengalami kekurangan asupan makanan.

Selain penanganan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Buol menyatakan tengah melakukan koordinasi lintas instansi dengan pihak Imigrasi, TNI Angkatan Laut, serta Kepolisian. Koordinasi ini dilakukan untuk proses pendataan, pengamanan, serta pemulangan para WNA ke negara asalnya melalui jalur resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah berharap seluruh korban dapat segera pulih dan proses pemulangan berjalan lancar dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *