BeritaDAERAHEKONOMIHUKRIMNTB

Diduga TTD Dipalsukan, Kades Bagik Payung Timur Akan Laporkan Oknum Perangkat Desa

191
×

Diduga TTD Dipalsukan, Kades Bagik Payung Timur Akan Laporkan Oknum Perangkat Desa

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR — Kepala Desa Bagik Payung Timur, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Lalu Darmawan, berencana melaporkan salah satu oknum perangkat desanya ke Polres Lombok Timur.

 

 

Laporan tersebut terkait dugaan pemalsuan tanda tangan (TTD) kepala desa dalam dokumen jual beli tanah milik warga.

 

Dugaan tersebut mencuat setelah Lalu Darmawan menerima laporan langsung dari masyarakat yang menunjukkan surat tanah dengan tanda tangan yang diduga bukan miliknya.

 

“Informasi awal saya terima langsung dari masyarakat saat mereka menunjukkan surat tanah tersebut,” ujar Lalu Darmawan kepada wartawan di polres Lotim bersama para perangkat desa nya, Selasa (3/2/2026).

 

Ia mengungkapkan, setelah mencermati dokumen dimaksud, tanda tangan yang tercantum terlihat berbeda dengan tanda tangan aslinya. Hal itu menimbulkan dugaan kuat adanya pemalsuan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa demi kepentingan pribadi.

 

“TTD saya di surat itu jelas berbeda. Saya menduga ada oknum perangkat desa yang memalsukan tanda tangan saya untuk mendapatkan keuntungan,” tegasnya.

 

Untuk memastikan kebenaran tersebut, Lalu Darmawan mengaku telah mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna melakukan sinkronisasi dan pencocokan tanda tangan.

 

“Saya sudah ke BPN untuk mencocokkan tanda tangan. Hasilnya sesuai dengan dugaan saya, tanda tangan di surat yang dimiliki masyarakat itu bukan tanda tangan saya,” katanya.

 

Atas kejadian tersebut, Lalu Darmawan menegaskan akan menempuh jalur hukum karena perbuatan tersebut dinilai telah melanggar aturan dan mencederai kepercayaan publik.

 

“Karena ini sudah jelas melanggar aturan, saya akan melaporkan oknum perangkat desa tersebut ke Polres Lombok Timur,” tandasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perangkat desa yang diduga terlibat. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memenuhi asas keberimbangan pemberitaan.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *