TAKALAR, Topikterkini.com — Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar bersama Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri peresmian Balai Sarkiah yang berlokasi di Jalan Tisi Effendy Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Minggu (15/2/2026).
Peresmian balai tersebut dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan Tisi Efendi Karaeng Nojeng, Serviati Oesman, didampingi Menteri Agama dan Bupati Takalar. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita sebagai simbol resmi dibukanya fasilitas tersebut untuk masyarakat.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Kabupaten Takalar. Ia menyampaikan bahwa ayahnya berasal dari daerah tersebut sehingga dirinya memiliki ikatan batin dengan masyarakat Takalar sejak kecil.
Menurutnya, semasa kecil ia kerap mengunjungi Takalar dan memiliki kenangan tersendiri dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat, termasuk almarhum Karaeng Sikki yang dikenal sebagai tokoh yang dihormati.
“Alhamdulillah saya diberi tanggung jawab untuk turut mengembangkan Kota Takalar. Ke depan, kita tidak hanya membangun rumah pengajian dan masjid, tetapi juga memiliki obsesi mendirikan pondok pesantren bertaraf internasional di Kabupaten Takalar,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran lembaga pendidikan berbasis pesantren bertaraf internasional nantinya dapat meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus melahirkan generasi yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Kabupaten Takalar. Ia juga memaparkan kondisi geografis daerahnya yang terdiri atas wilayah pesisir dan dataran tinggi, dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan nelayan.
Peresmian Balai Sarkiah tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Oesman Sapta Odang, Wakil Bupati Takalar, Ketua DPRD Takalar, Forkopimda Takalar, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Baznas Pusat, serta berbagai unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. (*)











