TAKALAR, Topikterkini.com — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin, berhasil mencatat capaian positif dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satu indikatornya terlihat dari melonjaknya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Takalar yang kini berada di peringkat 4 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan posisi 33 besar secara nasional, Sabtu (22/2/2026).
Capaian tersebut menjadi lompatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode sebelumnya, Kabupaten Takalar hanya berada di posisi ke-20 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dalam indeks literasi masyarakat.
Berdasarkan Surat Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026 yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, nilai IPLM Kabupaten Takalar tahun 2025 tercatat sebesar 26,38.
Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi kabar menggembirakan, terlebih hadir di momentum Bulan Suci Ramadan yang penuh berkah. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas manusia telah berjalan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus dimulai dari pembangunan kualitas sumber daya manusianya. Menurutnya, masyarakat yang memiliki tingkat literasi baik akan lebih siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur semata, tetapi bagaimana kita membangun sumber daya manusianya terlebih dahulu. Dengan literasi, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup, berpikir kritis, serta memiliki akses informasi yang lebih luas,” ujarnya.
Daeng Manye menambahkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis masyarakat, memperluas akses informasi, serta mendorong peningkatan kualitas hidup.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga perpustakaan, lembaga pendidikan, komunitas literasi, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam membangun budaya literasi di Takalar. (*)











