BeritaDAERAHEKONOMIJakarta

Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Jika Tidak Siao Anggaran Dipindah Ke Daerah Lain

39
×

Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Jika Tidak Siao Anggaran Dipindah Ke Daerah Lain

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com. JAKARTA – Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta berbagai program strategis pertanian. 

 

 

Ia menegaskan, momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan.

 

Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas se-Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (24/2/2026).

 

Dalam arahannya, Amran menyampaikan apresiasi atas sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia juga mengevaluasi progres cetak sawah per provinsi dan meminta seluruh daerah melaporkan capaian signifikan hingga akhir Maret 2026.

 

“Bapak-Ibu sekalian kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bapak-Ibu adalah pahlawan pangan yang membuat bangsa Indonesia terangkat di tingkat nasional dan global. Indonesia terhormat karena mencapai swasembada dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ke depan kita akselerasi. Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya, Menteri yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri yang tanggung jawab,” ujar Amran.

 

Target Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan

 

Amran menekankan bahwa program cetak sawah merupakan fondasi keberlanjutan swasembada. Tahun lalu, realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare, sementara tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare.

 

Menurutnya, jika dikombinasikan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, swasembada pangan dapat dijaga secara berkelanjutan.

 

“Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” katanya.

 

Stok Beras Berpotensi Tembus 6 Juta Ton

 

Mentan juga memaparkan tren peningkatan produksi dan serapan beras nasional. Berdasarkan data pemantauan harian, pengadaan beras pada Januari meningkat 78 persen dibandingkan periode sebelumnya.

 

Ia menyebut, apabila tren tersebut bertahan selama tiga bulan ke depan, stok beras nasional berpotensi mencapai sekitar 6 juta ton.

 

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ungkapnya.

 

Meski demikian, Amran mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran lengah. Evaluasi besar akan dilakukan setelah Lebaran Idulfitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran secara signifikan pada April 2026.

 

“Kita evaluasi nanti setelah Lebaran. April kita evaluasi, pergeseran anggaran kita lakukan besar-besaran. (Daerah) yang tidak serius, langsung kita pindahkan (anggaran dan programnya). Yang rajin, kita tambahkan. Kita mau negara ini berproduksi,” tegasnya.

 

Anggaran Dialihkan bagi Daerah Tak Serius

 

Amran menegaskan, anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan dalam bentuk produksi nyata. Daerah dengan progres rendah akan dievaluasi dan anggarannya dapat dialihkan ke daerah yang menunjukkan kinerja baik.

 

“Tolong seluruh Dirjen, daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi Kabupaten dan Provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke Provinsi lain, Kabupaten lain,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus perlindungan bagi daerah agar tidak terbebani target yang tidak mampu direalisasikan.

 

“Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” pungkasnya.

 

Selain komoditas padi, Amran menegaskan fokus pemerintah pada percepatan swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, dan lainnya.

 

Dengan percepatan yang terukur, disiplin realisasi anggaran, serta sinergi pusat dan daerah, Kementan optimistis momentum swasembada pangan dapat terus diperkuat melalui pembangunan sistem produksi yang kokoh dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan petani Indonesia.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *