BeritaDAERAHEKONOMINTBPENDIDIKAN

Buntut Keluhan Menu Dua Hari, Benarkah Badan Gizi Nasional Bakal Hentikan Sementara Operasional SPPG Suralaga 2?

261
×

Buntut Keluhan Menu Dua Hari, Benarkah Badan Gizi Nasional Bakal Hentikan Sementara Operasional SPPG Suralaga 2?

Sebarkan artikel ini

Totpikterkini.com. LOMBOK TIMUR— Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suralaga 2 di Kabupaten Lombok Timur dikabarkan bakala dihentikan sementara. 

 

 

Informasi beredar, Kebijakan ini menyusul adanya keluhan penerima manfaat yang menyebut menu makanan selama dua hari terakhir tidak sesuai dengan ketentuan. Penghentian sementara dilakukan guna evaluasi internal terhadap distribusi dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

 

Sejumlah pihak turut menyoroti besaran anggaran yang dikelola. Disebutkan, dana yang dialokasikan mencapai Rp500 juta dalam tujuh hari operasional.

 

Jika dihitung berdasarkan nominal Rp10 ribu per siswa per hari, maka dalam dua hari setiap siswa menerima alokasi Rp20 ribu. Dengan asumsi 1.500 penerima manfaat, maka anggaran per hari mencapai Rp15 juta.

 

Dalam enam hari operasional, total anggaran mencapai Rp90 juta. Sementara jika dikalkulasikan dalam periode 29 hari, anggaran yang dikelola dapat mencapai sekitar Rp435 juta.

 

Perhitungan tersebut memicu pertanyaan dari sejumlah kalangan terkait transparansi dan efisiensi penggunaan dana, terlebih jika mitra pelaksana juga merangkap sebagai pemasok (supplier).

 

 

 

Adapun menu yang dibagikan kepada siswa dalam dua hari terakhir terdiri dari:

 

1. Roti mika segi empat – Rp2.000

2. Roti bulat – Rp2.000

3. Salak 1 buah – Rp1.000

4. Telur 1 butir – Rp2.000

5. Susu Nobo Oat – Rp3.000

 

Total estimasi nilai menu tersebut berkisar Rp10 ribu per paket.

 

 

Dalam percakapan grup WhatsApp yang beredar dan disebut berasal dari pihak SPPG Suralaga 2, pengelola menyatakan pihaknya tengah berada dalam sorotan sehingga seluruh proses pengadaan dilakukan dengan hati-hati.

 

Disebutkan pula bahwa harga bahan pangan seperti buah, susu, dan roti mengalami kenaikan.

 

“Kalau kita pesan mengatasnamakan MBG, kita diberi harga rendah Rp2.500,” tulis salah satu pesan dalam grup tersebut, Selasa (3/3/2026).

 

Pihak pengelola juga membantah tudingan bahwa pembelian dilakukan sembarangan dengan memilih produk murah tanpa mempertimbangkan kualitas dan ukuran.

 

“Pastinya dalam benak bapak dan ibu guru kalau kita beli barang dalam skala besar pasti harganya akan lebih murah. Namun kenyataannya, beli skala besar makin mahal,” demikian isi pesan tersebut.

 

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak terkait mengenai berapa lama penghentian operasional akan berlangsung. Evaluasi disebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan tidak merugikan penerima manfaat.

 

Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi siswa sekolah melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *