Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Ketersediaan gas elpiji (LPG) 3 kilogram di Kabupaten Lombok Timur dilaporkan masih relatif aman di sejumlah kecamatan, meskipun di beberapa wilayah lainnya mulai terjadi keterbatasan stok hingga kelangkaan.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, kondisi stok LPG 3 kg di Kecamatan Sembalun, Sikur, dan Terara masih dalam kategori aman. Sementara itu, di Kecamatan Peringgasela, stok LPG sempat tersedia pada pagi hari dengan harga sekitar Rp20 ribu per tabung, namun dilaporkan habis pada sore harinya.
Adapun di Kecamatan Suralaga dan Wanasaba, stok LPG mulai terbatas. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Selong, di mana pasokan dilaporkan terbatas. Bahkan, sempat ditemukan penjualan LPG 3 kg di wilayah Kembang Sari, Selong, dengan harga mencapai Rp30 ribu per tabung sebelum akhirnya kembali mengalami keterbatasan hingga sore hari.
Tim media yang turun langsung ke lapangan menemukan bahwa ketika pasokan LPG tiba di tingkat pengecer, masyarakat langsung mendatangi lokasi penyimpanan untuk mendapatkan gas, sehingga stok cepat habis dalam waktu singkat.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Juaeni Taofik, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah koordinasi untuk mengatasi kondisi tersebut.
“Berdasarkan informasi dan fakta lapangan beberapa hari ini, kami telah ditugaskan oleh Bupati untuk berkoordinasi dengan Pertamina Ampenan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan, dalam waktu dekat Lombok Timur akan kembali mendapatkan suplai tambahan LPG 3 kg, terutama dalam periode pasca Lebaran.
“Dalam waktu dekat akan ada suplai tambahan, sebagaimana pada H+1 hingga H+7 Lebaran,” katanya.
Pemerintah daerah bersama camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait saat ini terus melakukan pemantauan terhadap situasi di lapangan guna memastikan distribusi LPG kembali normal.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum dapat dengan cepat menormalkan kondisi distribusi LPG di seluruh wilayah Lombok Timur.(TT).











