Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Saat ini Warga di wilayah Lombok Timur sebagian mengeluhkan cepat habisnya isi gas LPG 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di tingkat pengecer sehingga warga langsung ke pangkalan, Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan masih stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, namun di tingkat pengecer harga 25-30 ribu rupiah.
“Saya sudah keliling beberapa warung, tapi kosong. Sekalinya ada, harganya mahal itu di tingkat pengecer atu di kios kecil, kalau di pangkalan lancar dan harga normal,” ujar salah satu warga di Kecamatan Selong, Rabu (9/4).
Ia menyebut, gas yang saat ini berbeda dari gas sebelum nya, kalau gas lpg yang kita beli sekarang cepat habis tidak sampai 1 bulan bahkan 2 minggu lebih sudah habis. Ini mengakibatkan kita sebagai masyarakat terus membeli karena menyangkut kebutuhan.
“Kami berharap ke pemda lotim agar mengkroscek tabung gas yang kami beli saat ini dan agar segera berkoordinasi dengan pihak pertamina terkait gas lpg cepat habis,” Harapannya.
Menanggapi kondisi tersebut Bupati Lotim Haerul Warisin menyebut distribusi sebenarnya berjalan lancar dan tidak ada pengurangan kuota bahkan kuota per hari di tambahkan.
Namun, tingginya permintaan diduga menjadi salah satu penyebab utama cepat habisnya stok di lapangan.
Selain itu, indikasi penggunaan LPG 3 kg oleh pelaku usaha non-subsidi juga turut disorot. Hal ini dinilai mempercepat habisnya pasokan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait berjanji akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi dan penjualan LPG subsidi. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan gas sesuai peruntukannya agar distribusi tetap merata.
Sementara itu, pihak agen dan pangkalan diharapkan mematuhi aturan yang berlaku, termasuk tidak menjual di atas HET serta memastikan penyaluran tepat sasaran.
Hingga saat ini, pemerintah masih terus melakukan evaluasi guna memastikan ketersediaan LPG 3 kg tetap aman dan tidak merugikan masyarakat.(TT).











