Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Warga Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II pada Kamis (9/4/2026).
Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari dugaan peminjaman dana kas masjid oleh kepala desa (kades) yang hingga kini belum menemui kejelasan.
Dalam aksi itu, massa menuntut kades segera mengundurkan diri dari jabatannya. Warga juga melakukan penyegelan kantor Desa Kerongkong sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan yang dinilai tidak transparan.
Aksi berlangsung dengan berbagai bentuk penyampaian aspirasi, termasuk orasi dan aksi simbolik berupa tarian jangger yang ditujukan sebagai kritik terhadap kinerja kepala desa.
Koordinator lapangan (korlap) aksi, Istur, mengatakan bahwa tuntutan warga tidak hanya terkait dana kas masjid, tetapi juga dugaan penyalahgunaan sejumlah aset dan anggaran desa lainnya.
“Kami menilai ada indikasi penggelapan dana desa, tanah pecatu, serta dana BUMDes. Oleh karena itu, kami meminta kades bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya,” ujar Istur di sela aksi, Kamis (9/4/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala desa belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tuduhan tersebut. Aparat keamanan terlihat berjaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Warga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan hukum dan tindakan dari pihak berwenang.(TT).











