Topikterkini.com.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan percepatan tanam di lokasi cetak sawah rakyat yang terintegrasi secara nasional di 16 provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Diat, Kecamatan Bukal, Kamis (9/4), dan terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting yang berpusat di Kalimantan Selatan.
Program ini merupakan bagian dari gerakan tanam serentak untuk meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Moh Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Buol, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah seperti Sigi, Donggala, Morowali, dan Banggai.
“Kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Ahmad R. Kuntuamas menyampaikan dukungan penuh terhadap program percepatan tanam dan pengembangan cetak sawah baru di Kabupaten Buol.
Ia mengungkapkan bahwa dari total sekitar 3.200 hektare program cetak sawah di Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar 1.000 hektare berada di Kabupaten Buol.
“Ini menunjukkan bahwa Buol memiliki peran strategis sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan pertanian. Kita berharap daerah ini dapat menjadi lumbung pangan di Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, khususnya sistem irigasi, guna menjamin keberlanjutan program dan mencegah alih fungsi lahan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan program yang telah diberikan kepada Kabupaten Buol.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan keberlanjutan program, terutama dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur irigasi.
“Kita akan terus memperjuangkan pembangunan dan perbaikan sistem irigasi agar tidak terjadi kelebihan air saat musim hujan maupun kekeringan saat musim kemarau,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang disebutnya sebagai “pejuang lumbung pangan” karena perannya yang sangat penting dalam mendampingi petani di lapangan.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa, camat, dan kelompok tani untuk menjaga serta memanfaatkan program yang telah diberikan secara optimal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Wakil Bupati, sektor pertanian memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting di daerah.
“Jika sektor pertanian maju, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat, dan berbagai persoalan sosial dapat kita atasi secara bertahap,” ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syarif Pusadan, Wakil Ketua II DPRD Ahmad R. Kuntuamas, serta jajaran Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, hingga kelompok tani, dengan total peserta sekitar 200 orang.***











