Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR— Kelangkaan gas elpiji (LPG) bersubsidi mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Lombok Timur. Kondisi ini memicu keluhan dari warga yang kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin yang biasa di sebut H. Iron, menyatakan bahwa persoalan ini telah menjadi perhatian serius.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersabar sembari menunggu langkah penanganan dari pihak terkait.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Namun, kami berharap warga tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah dan pihak terkait saat ini sedang berupaya mencari solusi terbaik,” ujar H. Iron, Minggu (12/4).
Menurutnya, kelangkaan LPG diduga dipicu oleh keterbatasan pasokan serta meningkatnya kebutuhan masyarakat. Selain itu, distribusi yang belum merata juga menjadi salah satu faktor penyebab.
H. Iron juga meminta para agen dan pangkalan LPG agar tetap menjual sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak melakukan penimbunan.
Ia menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat guna memastikan distribusi berjalan lancar.
“Kami juga mengingatkan kepada para pelaku distribusi untuk tidak memanfaatkan situasi ini demi keuntungan pribadi. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke beberapa tempat untuk mendapatkan gas elpiji. Bahkan, tidak sedikit yang terpaksa membeli dengan harga lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET).
” Kami akanb segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut, termasuk memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan merata di seluruh wilayah Lombok Timur,” Jelasnnya.
Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya keterbatasan stok di beberapa pangkalan, meskipun upaya penanganan terus dilakukan.(TT).











