TOPIKterkini.com – KENDARI | Pergelaran Pawai Budaya sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Tenggara ke-62. Dengan berbagai tradisi budaya daerah dan seni ditampilkan dari 17 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, yang digelar di Eks MTQ Kota Kendari, pada Jumat 24 April 2026.
Kali ini dari Kabupaten Muna, Majelis Adat Kerajaan Nusantara Muna dan Kerajaan Muna membawakan defile budaya khas daerah yaitu menampilkan busana kebesaran kerajaan muna dan warisan leluhur sebagai wujud nyata pelestarian kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya.
“Menampilkan defile budaya khas busana kebesaran Raja Muna yang memukau dengan sarat nilai historis dan estetika tinggi. Sebanyak 300 peserta yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara, Kerajaan Muna, dan organisasi perangkat daerah (OPD) tampil kompak dibawah Komando Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, M.Si”.
Di ajang pawai budaya ini, Majelis Adat Kerajaan Nusantara Muna, Raja Muna YM La ode Riago, SH, memimpin langsung barisan dengan mengenakan busana kebesaran kerajaan Muna, tidak hanya menampilkan busana kerajaan, tetapi juga mengarak simbol-simbol kerajaan dan atraksi seni silat yang memukau masyarakat.
Dalam momentum pawai budaya ini, Raja Muna YM La ode Riago menyerahkan cendera mata kepada Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, berupa Kris Lolabi Muna, plakat Kerajaan Muna dan sarung tenun Botu sebagai simbol kekayaan budaya dan warisan leluhur yang terus dijaga.
Raja Muna YM La ode Riago mengungkapkan, bahwa busana kebesaran kerajaan Muna telah meraih dua kali penghargaan terbaik tingkat nasional, termasuk saat digunakan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara dihadapan Presiden Republik Indonesia.
“Pakaian kebesaran kerajaan Muna, telah meraih dua kali penghargaan busana terbaik pada HUT ke-79 RI dan HUT ke-80 RI di Istana Negara”, ungkap YM La ode Riago.
Ia juga mengatakan, pawai budaya ini bukan sekadar perayaan melainkan wujud nyata pelestarian budaya serta ajang mempererat persatuan masyarakat Sulawesi Tenggara dalam bingkai keberagaman yang harmonis.
Dari pantauan media ini, Gubernur Sulawesi Tenggara bersama unsur forkopimda dan masyarakat tampak antusias menyaksikan setiap penampilan pawai budaya. “Sorakan dan tepuk tangan terus mengiringi rombongan peserta, menandakan tingginya apresiasi terhadap kekayaan budaya daerah”. (D).











