Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Seorang mahasiswa di Kabupaten Lombok Timur, Fhami, melontarkan kritik terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur.
Ia menilai kepala dinas lebih fokus mengurus mutasi kepala sekolah (kepsek) dibandingkan menjalankan program-program prioritas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Menurut Fhami, terdapat sedikitnya enam program Kemendikbud RI yang dinilai belum berjalan optimal di Lombok Timur. Ia menyebut kondisi tersebut berdampak pada kualitas layanan pendidikan di daerah.
“Seharusnya program pusat menjadi prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun yang terlihat justru lebih banyak perhatian pada mutasi kepala sekolah,” ujar Fhami dalam keterangannya, Selasa (5/5).
Ia menambahkan, jika program-program tersebut dijalankan dengan baik, maka akan memberikan dampak signifikan bagi siswa, guru, maupun sistem pendidikan secara keseluruhan.
Fhami juga mendorong pemerintah daerah, khususnya Dinas Dikbud Lombok Timur, untuk lebih transparan dalam menjalankan kebijakan serta memprioritaskan program yang langsung menyentuh kebutuhan pendidikan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah sangat penting agar program-program nasional dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah.(TT).











