SULAWESI TENGGARA

Hasil Otopsi RS Bhayangkara, Napi Inisial AF Meninggal di Kamar Rutan Kendari Tak Temukan Riwayat Penyakit

97
×

Hasil Otopsi RS Bhayangkara, Napi Inisial AF Meninggal di Kamar Rutan Kendari Tak Temukan Riwayat Penyakit

Sebarkan artikel ini

TOPIKterkini.com – KENDARI | Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tahanan pada Selasa (2/6/2026) tidak memiliki riwayat penyakit. Hal itu berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari.

Otopsi dilakukan atas permintaan pihak keluarga yang ingin mengetahui penyebab pasti kematian warga binaan bernisial AF (26) secara mendadak di dalam kamar tahanan.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Lendra Pratama Kastian mengatakan warga binaan inisial A merupakan asal Desa Uepai, Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe yang sedang menjalani masa tahanan selama enam bulan karena kasus penganiayaan.

Inisial A pertama kali ditemukan tidak bernyawa oleh petugas yang mengecek penghuni kamar di waktu pergantian jaga atau pagi hari. Saat itu, seluruh warga binaan bangun, kecuali A.

Petugas mengira inisial A masih tertidur, namun setelah beberapa kali dibangunkan, A tidak merespon. Hingga akhirnya petugas memanggil tenaga medis untuk memeriksa dan membawanya ke RS Bhayangkara Kendari, dan dinyatakan meninggal dunia.

Pihak keluarga yang mendapat kabar tersebut meminta untuk dilakukan otopsi. Hasilnya, tidak ditemukan tanda kekerasan dan tidak ada riwayat penyakit yang diderita.

Selain itu, hasil tes urine menunjukkan warga binaan tersebut negatif gunakan obat-obatan terlarang, sedangkan sampel darahnya dikirim ke laboratorium di Makassar untuk pemeriksaan lanjutan. Hal itu dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan tertentu yang belum terdeteksi melalui pemeriksaan awal.

“Pihak keluarga almarhum mendengarkan langsung dan menerima hasilnya serta jenazah sudah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga,” tuturnya pada, Rabu (3/6/2026).

Sementara itu, Dokter Klinik Rutan Kendari, dr Rachmad, mengatakan inisial A sebelumnya tidak pernah mengeluh ke petugas maupun tenaga medis rutan, ia hanya pernah mengeluh demam kepada rekan-rekan di kamarnya sebelum meninggal, dan disarankan untuk diperiksa namun ditolak oleh A.

“Selama ini yang bersangkutan tidak pernah berobat dan tidak pernah menyampaikan keluhan kesehatan. Rekam medisnya kosong, tidak ada riwayat penyakit yang tercatat, Almarhum kemungkinan merasa kondisinya belum terlalu parah sehingga memilih tidak berobat. Ia hanya meminta dipijat dan menganggap keluhannya masih bisa ditahan,” jelas nya dr Rachmad.

Ia juga menjelaskan, bahwa manajemen pemeriksaan kesehatan di Rutan sudah berjalan sesuai prosedur, petugas medis (perawat dan dokter) rutin melakukan kontrol keliling ke blok-blok hunian, termasuk pada malam hari secara on-call.

Selain itu, Rutan Kendari bekerja sama dengan Puskesmas Puuwatu menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis secara menyeluruh untuk seluruh warga binaan setiap bulannya, tuturnya.

dr Rachmad mengimbau agar para warga binaan meningkatkan kesadaran untuk langsung melaporkan kepada petugas jika merasakan keluhan kesehatan sekecil apa pun agar bisa segera ditangani di klinik. (D).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *