TAKALAR, Topikterkini.com – Pemerintah Kabupaten Takalar memperkuat langkah percepatan pembangunan sektor pariwisata melalui Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan yang berlangsung di kawasan Wisata Alam Paria Lau, Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut disaksikan langsung Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM.
Acara dihadiri Sekretaris Daerah Dr. H. Muhammad Hasbi, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari tujuh destinasi wisata unggulan. Sebelum penandatanganan, seluruh peserta berdiskusi mengenai strategi mempercepat pembangunan pariwisata secara terpadu.
Komitmen bersama ditandatangani sejumlah pimpinan OPD, di antaranya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas PUPR, DLHP, Dinas Sosial dan PMD, Dinas Perhubungan, Diskominfo, serta Satpol PP dan Damkar. Para camat yang wilayahnya menjadi lokasi destinasi wisata unggulan juga turut menandatangani komitmen tersebut.
Melalui kesepakatan itu, setiap OPD memiliki tugas yang saling melengkapi, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, promosi digital, penataan lalu lintas dan parkir, hingga menjaga kebersihan, keamanan, serta kelestarian lingkungan kawasan wisata.
Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan.
“Pembangunan pariwisata tidak bisa dilakukan oleh satu dinas saja. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar pengembangan destinasi berjalan lebih cepat, memberikan kenyamanan bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Daeng Manye.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program pengembangan tujuh destinasi wisata unggulan dapat berjalan searah dengan dukungan program dan anggaran masing-masing perangkat daerah.
Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap tujuh destinasi wisata unggulan mampu berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing, berkelanjutan, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. (*)











