TOPIKterkini.com – BULUKUMBA | Fenomena air laut surut yang terjadi di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, dimanfaatkan oleh warga setempat untuk berburu kerang dan biota laut lainnya. Aktivitas yang dikenal warga lokal dengan istilah maccame atau mencari kerang ini menjadi berkah musiman yang dinanti-nanti.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada sore hari, tampak puluhan warga mulai dari ibu-ibu, remaja, hingga anak-anak memadati kawasan pantai yang mengering. Dengan berbekal ember, kantong plastik, dan alat cukil sederhana dari besi, mereka dengan teliti memeriksa sela-sela karang dan pasir pantai.
Berkah Pangan Gratis di Pinggir Pantai
Bagi warga pesisir Bulukumba, momen air surut adalah waktu terbaik untuk mendapatkan lauk pauk segar secara gratis. Berbagai jenis kerang, seperti kerang darah, kerang bulu, hingga kepiting kecil dan gurita, menjadi target utama buruan mereka.
”Kalau air laut sedang surut jauh seperti ini, kami langsung turun ke pantai. Hasilnya lumayan sekali, bisa untuk lauk makan malam bersama keluarga di rumah. Segar dan gratis,” ujar salah seorang warga setempat. (15/7/2026).
Nilai Ekonomis Tambahan
Selain dikonsumsi sendiri untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tidak sedikit warga yang memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan. Kerang-kerang hasil tangkapan yang cukup banyak biasanya akan dibersihkan lalu dijual kembali kepada tetangga atau dibawa ke pasar tradisional terdekat. Satu takaran ember kecil kerang segar biasanya dijual dengan harga berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000.
Aktivitas berburu kerang ini tidak hanya sekadar mengumpulkan makanan, tetapi juga telah menjadi tradisi dan sarana hiburan sore hari yang mempererat kebersamaan antarwarga di sepanjang pesisir Bulukumba.
Fenomena pasang surut air laut ini diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, seiring dengan siklus bulanan air laut. Warga pun diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap karang yang tajam dan selalu memperhatikan waktu ketika air laut mulai pasang kembali. (D).











