TAKALAR, Topikterkini.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Kabupaten Takalar, Nur Bintang Qurahmi. Alumni Pondok Pesantren DDI Baburridha Bulukumba itu sukses mempertahankan konsistensinya di dunia seni kaligrafi kontemporer dengan meraih dua kali Juara 2 pada kompetisi tingkat nasional sepanjang 2024.
Perjalanan Bintang, sapaan akrabnya, di dunia kaligrafi dimulai sejak duduk di bangku kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ketertarikannya terhadap seni menulis huruf Arab dipadukan dengan sentuhan warna modern membuatnya terus mengasah kemampuan hingga menghasilkan karya yang bernilai artistik tinggi.
Ketekunan tersebut membawanya menjadi langganan juara di berbagai kompetisi tingkat kecamatan dan kabupaten. Hampir di setiap perlombaan yang diikuti, ia mampu meraih posisi pertama.
Prestasinya kemudian berlanjut di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Bintang berhasil meraih Juara 3 Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ) pada ajang Syabab yang diselenggarakan Universitas Negeri Makassar bersama Dinas Pendidikan Sulsel.
Selain itu, ia juga memperoleh Juara Harapan 1 pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIII tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, memperkuat reputasinya sebagai kaligrafer muda berbakat.
Puncak prestasi diraih ketika mengikuti Porseni Nasional Pondok Pesantren DDI dalam rangka Milad Akbar ke-85 pada Januari 2024. Pada ajang tersebut, Bintang berhasil membawa pulang gelar Juara 2 tingkat nasional.
Prestasi itu kembali diulang pada Porseni DDI CUP II di Polewali Mandar, Desember 2024. Ia kembali finis sebagai Runner-up nasional dan membuktikan konsistensinya bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkarya. Saya ingin terus meningkatkan kemampuan agar dapat membawa nama daerah dan almamater ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Nur Bintang Qurahmi.
Kini Bintang melanjutkan pendidikan di Program Studi D4 Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Ia berharap ilmu desain yang dipelajarinya dapat dipadukan dengan kemampuan kaligrafi sehingga menghasilkan karya seni yang lebih inovatif.
“Kaligrafi dan desain memiliki keterkaitan dalam aspek estetika. Saya ingin mengembangkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai budaya dan keislaman,” katanya.
Keberhasilan Nur Bintang Qurahmi menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi kreatif, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Takalar hingga tingkat nasional. (Azis Kio/*)











