BUOL

Banjir Rob Ancam Permukiman Warga Desa Lokodidi, Bupati Buol Turun Tangan

35
×

Banjir Rob Ancam Permukiman Warga Desa Lokodidi, Bupati Buol Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com|Buol – Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo tinjau langsung wilayah permukiman warga yang terdampak banjir rob di RT 9, Dusun IV, kawasan Pelabuhan di Desa Lokodidi, Kec. Gadung, Senin (3/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul laporan warga terkait air laut pasang yang kini tidak hanya menggenangi rumah, tetapi juga datang dengan arus deras hingga mengancam keselamatan bangunan.

Di lokasi, Bupati melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang mulai mengalami kerusakan. Sejumlah tiang rumah panggung dilaporkan bergeser akibat terjangan arus.

Warga menduga kondisi ini dipicu oleh menyempitnya jalur keluar-masuk air laut setelah pembangunan Pelabuhan Lokodidi yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN pada masa pemerintahan mantan Bupati Buol Amran Batalipu, kemudian kini dilanjutkan menggunakan DAK Kabupaten.

Penyempitan alur tersebut diduga mengubah pola arus sehingga tekanan air saat pasang langsung menghantam kawasan permukiman.

Akibat perubahan itu, banjir rob kini mulai masuk ke dalam rumah dengan arus yang jauh lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir karena kerusakan bangunan terus bertambah.

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Risharyudi menegaskan Pemerintah Kabupaten Buol akan segera mengambil langkah penanganan melalui kajian teknis agar solusi yang diberikan benar-benar menyelesaikan akar persoalan.

“Kami akan segera membentuk tim melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan kajian dan mencari solusi yang tepat sehingga keluhan masyarakat ini dapat segera ditangani tanpa mengganggu proses pengerjaan dermaga yang sementara berlangsung,” tegas Risharyudi.

Bagi warga, situasi saat ini menjadi sinyal bahaya. Pasalnya, puncak pasang air laut biasanya terjadi pada September. Namun memasuki awal Agustus, air sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah dengan arus yang lebih deras dari biasanya.

Salah seorang warga terdampak, Ivy Heldawati, mengaku kondisi tahun ini merupakan yang terburuk dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Setiap bulan September biasanya puncak air naik. Tapi sekarang air sudah masuk ke dalam rumah, Pak. Dulu hanya air yang masuk, sekarang ditambah arus. Bukan hanya barang-barang yang terbawa, tiang rumah juga banyak yang bergeser,” ujarnya.

Ivy berharap pemerintah dapat bergerak cepat sebelum musim pasang mencapai puncaknya.

“Kami berharap pemerintah bisa segera mengambil tindakan. Kalau nanti memasuki bulan September, kami takut kondisinya akan jauh lebih parah dari sekarang,” katanya.

Peninjauan tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Buol dalam merespons keresahan masyarakat pesisir Lokodidi.

Warga berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menghasilkan solusi permanen agar ancaman banjir rob dan terjangan arus laut tidak terus berulang setiap musim pasang.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Buol turut didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Kepala Desa Lokodidi, serta Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Gadung.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *