BeritaDAERAHEKONOMINTB

Bupati Iron Dianggap Mimpi Terlalu Jauh Bangun Mall di Lotim, Aset Pemda Terbengkalai dan Beberapa Program Menjadi Temuan BPK

42
×

Bupati Iron Dianggap Mimpi Terlalu Jauh Bangun Mall di Lotim, Aset Pemda Terbengkalai dan Beberapa Program Menjadi Temuan BPK

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mulai menjajaki rencana pembangunan pusat perbelanjaan atau mal di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

 

 

 Rencana tersebut muncul di tengah upaya pemerintah daerah mempercantik sejumlah kawasan dan mendorong masuknya investasi.

 

Penjajakan investasi itu disebut melibatkan pengusaha asal Mataram, Awan, yang disebut memiliki jaringan dengan calon investor dari Jakarta. Komunikasi awal terkait peluang investasi tersebut kini mulai dilakukan, termasuk pembahasan mengenai konsep pembangunan dan kemungkinan lokasi.

 

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan, pengusaha tersebut berencana menggandeng rekannya dari Jakarta untuk mengembangkan investasi di Lombok Timur.

 

“Beliau rupanya harus mengajak teman untuk membangun karena dia membangun tambak udang juga di Rambang,” kata Bupati Iron saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Lombok Timur, Senin (10/8/2026).

 

Menurut Bupati, salah satu peluang investasi yang tengah dibicarakan adalah pembangunan mal. Rencana tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan perkotaan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Namun, wacana pembangunan mal tersebut mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat dan sejumlah tokoh di Lombok Timur. Mereka menilai rencana tersebut pada dasarnya merupakan langkah positif apabila benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.

 

Meski demikian, pemerintah daerah dinilai perlu mempertimbangkan secara matang kebutuhan dan kesiapan daerah sebelum merealisasikan proyek tersebut, termasuk aspek tata ruang, daya beli masyarakat, aksesibilitas, dampak terhadap pelaku usaha lokal, serta kemampuan pemerintah dalam mengelola aset yang sudah dimiliki.

 

Sorotan juga muncul terhadap sejumlah bangunan dan aset milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan sebagian disebut tidak lagi berfungsi dan terbengkalai.

 

Beberapa aset yang menjadi sorotan di antaranya kantor Dinas Perpasaran yang disebut tidak lagi berfungsi, kantor Kelurahan Selong di depan Lapangan Porda Nasional, gedung BNK di Sukamulia, sejumlah rumah dinas, serta beberapa ruangan di kompleks Kantor Bupati Lombok Timur yang dinilai kosong dan kurang terawat.

 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai prioritas pembangunan. Sebagian masyarakat berharap pemerintah daerah terlebih dahulu melakukan inventarisasi, revitalisasi, dan optimalisasi aset yang sudah tersedia sebelum membangun fasilitas baru dengan nilai investasi besar.

 

Rencana pembangunan mal juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada perubahan wajah kota, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Lombok Timur, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas usaha lokal, dan peningkatan pendapatan daerah.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *