Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR —Polemik penumpukan sampah di sejumlah desa mendapat sorotan DPRD Lombok Timur. Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, Waes Al Qarni, S.E., menyebut keterlambatan pengangkutan sampah dipicu minimnya armada serta keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi anggaran hingga Rp50 miliar untuk membenahi sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk penambahan armada pengangkut, perluasan lahan TPA, penguatan sumber daya manusia, serta pengadaan teknologi pengolahan sampah.
“Selama ini kendala utamanya memang kekurangan armada dan SDM. Akibatnya, pengangkutan sampah jadi terlambat dan sampah menumpuk terlalu lama di desa-desa,” ujar Waes saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (12/8).
Ia menjelaskan, penanganan sampah akan difokuskan pada tiga wilayah strategis, yakni utara, tengah, dan selatan Lombok Timur. Pola tersebut dinilai lebih efektif dan terintegrasi dibandingkan membangun fasilitas pengolahan di setiap kecamatan.
Sebagian anggaran juga akan disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mendukung pengolahan sampah terpadu.
Dengan demikian, penanganan tidak hanya sebatas mengangkut sampah ke TPA, tetapi juga mengolahnya agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Waes optimistis, dukungan anggaran tersebut dapat meningkatkan pelayanan persampahan sekaligus mewujudkan lingkungan Lombok Timur yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari penumpukan sampah.(TT).











