BeritaDAERAHEKONOMINTB

Panen dan Tanam Bawang Putih di Sembalun! Titiek Soeharto Apresiasi Polri Kawal Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional

35
×

Panen dan Tanam Bawang Putih di Sembalun! Titiek Soeharto Apresiasi Polri Kawal Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Anggota Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi langkah Polri, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional, dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

 

Apresiasi tersebut disampaikan Titiek saat menghadiri kegiatan penanaman dan panen bawang putih di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

 

 

Ia juga mengapresiasi Kementerian Pertanian yang dinilai telah mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas pangan nasional.

 

“Komisi IV mengapresiasi Polri, khususnya Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional. Kami juga mengapresiasi Menteri Pertanian yang telah berhasil mendorong swasembada berbagai produk pangan, termasuk bawang putih, gula, kedelai dan komoditas lainnya,” ujar Titiek,19/08/2026.

 

Menurutnya, Komisi IV DPR RI memiliki fungsi dalam mengawal persoalan pangan, termasuk memastikan kebijakan pemerintah di bidang pertanian dapat berjalan dengan baik.

 

Ia menilai kegiatan penanaman dan panen bawang putih menjadi salah satu bukti nyata upaya mendukung agenda strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

 

Titiek mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih dan mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Namun, kondisi tersebut berubah sehingga ketergantungan terhadap impor masih cukup tinggi.

 

“Kita pernah swasembada. Kenapa sekarang tidak mampu lagi swasembada? Yang paling penting adalah bagaimana kondisinya sesuai dengan janji Presiden,” katanya.

 

Ia menegaskan, target swasembada pangan tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak. 

 

 

Dibutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, petani, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan peran masing-masing.

 

Titiek berharap program penanaman bawang putih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar produksi bawang putih nasional terus meningkat dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor.

 

“Penanaman ini bukan bersifat seremonial, tetapi harus berkelanjutan sehingga kita benar-benar bisa mencapai swasembada,” tegasnya.

 

Dengan sinergi seluruh pihak, ia berharap Indonesia dapat kembali memperkuat produksi bawang putih dalam negeri sekaligus mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *