TOPIK TERKINI.COM-JENEPONTO-Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.
Kabupaten Jeneponto berhasil meraih terbaik ketiga dalam ajang investasi yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Kamis (27/8/2026).
Prestasi tersebut diraih melalui proyek investasi Pembangunan Industri Pakan Ternak Kabupaten Jeneponto, yang diusung sebagai salah satu proyek investasi potensial berbasis komoditas lokal.
SSIC merupakan salah satu program investment challenge dalam Forum Pinisi Sultan yang digawangi Bank Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dalam mendorong peningkatan investasi berbasis potensi dan komoditas unggulan daerah.
Rangkaian SSIC 2026 telah dimulai sejak April 2026. Seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut, termasuk melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun proyek investasi yang ready to offer.
Dalam prosesnya, pemerintah kabupaten/kota diminta menyusun dan mengajukan executive summary (exsum) proyek investasi berbasis komoditas lokal. Dari 24 kabupaten/kota, tercatat 22 proyek investasi yang diajukan untuk kemudian melalui proses seleksi oleh penyelenggara.
Seleksi dilakukan secara ketat dengan menggunakan pendekatan Five Case Model/Method, sebuah kerangka penyusunan proyek yang digunakan untuk memastikan kelayakan dan kesiapan suatu proyek investasi dari berbagai aspek.
Proyek investasi Jeneponto kemudian berhasil lolos ke dalam lima besar proyek investasi terbaik di Sulawesi Selatan. Tahapan selanjutnya dilakukan melalui verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen executive summary dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus melihat komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan proyek tersebut.
Setelah melalui seluruh tahapan tersebut, proyek Industri Pakan Ternak Jeneponto dinyatakan sebagai salah satu dari lima proyek investasi terbaik Sulawesi Selatan.
Kelima proyek terbaik kemudian mendapatkan pendampingan intensif untuk menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan dukungan dan pendampingan penuh dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.
Kelima proyek tersebut masing-masing berasal dari Kabupaten Sinjai melalui proyek Industri Minyak Ikan, Kabupaten Barru dengan Industri Pengolahan Udang, Kabupaten Jeneponto dengan Industri Pakan Ternak, Kabupaten Sidrap dengan Industri Tepung Beras, serta Kabupaten Toraja Utara melalui proyek Perkebunan Kopi Arabika Terintegrasi.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, mengatakan SSIC merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan investasi yang berbasis pada komoditas lokal.
“Kami melaksanakan SSIC ini sebagai bentuk dukungan kepada kabupaten/kota agar dapat meningkatkan investasi berbasis komoditas lokal dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian daerah. Kami telah menyeleksi 22 proyek investasi yang diajukan dan mendapatkan lima IPRO terbaik,” ujar Firman.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti rangkaian SSIC sejak April hingga tahap akhir.
“Selamat kepada lima finalis yang telah berjuang dari bulan April sampai hari ini. Selanjutnya akan diseleksi menjadi tiga terbaik IPRO Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Dalam tahap presentasi final, proyek investasi Kabupaten Jeneponto dipaparkan oleh Dr. Meriyani, S.P., M.Si. di hadapan tiga dewan juri, yakni Prof. Marzuki, DEA, Asrul Sani, dan Tata Sumirat, yang merupakan Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI.

Dalam presentasinya, Meriyani memaparkan proyek Industri Pakan Ternak Jeneponto secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan Five Case Model, yang mencakup Strategic Case, Economic Case, Commercial Case, Financial Case, dan Management Case.
Usai kegiatan, Meriyani mengatakan penyusunan IPRO tersebut dilakukan secara serius dengan merujuk pada standar penyusunan proyek investasi yang dapat diterima oleh calon investor.
“Tim kami telah menyusun proyek investasi Industri Pakan Ternak Kabupaten Jeneponto dengan merujuk pada standar internasional melalui Five Case Model. Proposal ini kami susun semata-mata agar Kabupaten Jeneponto semakin dikenal oleh investor dan mampu mendapatkan investasi yang bersifat padat karya,” ungkapnya.
Menurut Meriyani, pembangunan industri pakan ternak tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor industri, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berantai terhadap perekonomian daerah.
“Dengan investasi ini, banyak lapisan yang akan terangkat, mulai dari membuka lapangan pekerjaan, menambah penerimaan pajak daerah, meningkatkan kesejahteraan petani jagung, hingga meningkatkan produktivitas BUMD melalui skema kerja sama yang kami susun,” jelasnya.
Meriyani yang juga menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Kabupaten Jeneponto tersebut mengaku bersyukur atas capaian yang diraih Kabupaten Jeneponto.
“Kami sangat bersyukur dapat menjadi terbaik ketiga dan mampu mengangkat nama baik serta potensi investasi Kabupaten Jeneponto di tengah persaingan 22 proyek investasi se-Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, Sekretaris Daerah, jajaran OPD terkait, serta seluruh tim yang telah memberikan dukungan dalam proses penyusunan hingga presentasi proyek investasi tersebut.
“Terima kasih atas support Bapak Bupati, Wakil Bupati, Bapak Sekda, seluruh OPD yang turut berkontribusi, serta tim kami yang solid. Berkat dukungan tersebut, proyek investasi Industri Pakan Ternak Jeneponto dapat meraih terbaik ketiga seperti saat ini,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan dari lima kepala daerah yang proyek investasinya berhasil masuk dalam lima besar SSIC 2026. Dari Kabupaten Jeneponto, hadir Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan proyek investasi strategis tersebut.
Capaian ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Jeneponto untuk terus mendorong hilirisasi komoditas lokal, khususnya jagung, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu wilayah potensial bagi investasi sektor industri di Sulawesi Selatan.











