MAKASSAR

FORTAL Sulsel Kecam Pemerintah, Desak Presiden Copot Dirut Pertamina Buntut Kelangkaan BBM di Sulsel

12
×

FORTAL Sulsel Kecam Pemerintah, Desak Presiden Copot Dirut Pertamina Buntut Kelangkaan BBM di Sulsel

Sebarkan artikel ini
Ketua Forum Rakyat Takalar (FORTAL) Sulawesi Selatan (Sulsel), Musafir saat melakukan aksi unjuk rasa. (Dok. Pribadi)

MAKASSAR, Topikterkini.com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang melanda hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan dalam sepekan terakhir menuai kecaman keras. Ketua Forum Rakyat Takalar (FORTAL) Sulawesi Selatan (Sulsel), Musafir, mengecam keras pemerintah dan PT Pertamina yang dinilai gagal total menjamin pasokan energi untuk rakyat.

Musafir menilai, antrean panjang yang mengular di hampir semua SPBU di Sulsel adalah bukti nyata kelumpuhan tata kelola distribusi. Kondisi ini ditandai dengan panjangnya antrean di hampir seluruh SPBU di Sulsel, sementara masyarakat juga menghadapi kelangkaan LPG 3 Kg.

“Ini bukan lagi kelangkaan biasa, ini krisis energi. Pemerintah pusat dan Pertamina tidak boleh cuci tangan dengan alasan panic buying. Rakyat kecil yang butuh solar dan pertalite untuk melaut, untuk bertani, untuk narik ojek, mereka yang paling menderita. Antrean sampai berjam-jam, bahkan sampai menutup ruas jalan sebagai bentuk kekecewaan,” tegas Musafir dalam keterangan persnya di Makassar, Jum’at (11/9).

Ia bahkan menuding ada indikasi pembiaran terhadap permainan distribusi di lapangan. Padahal sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengklaim tidak terjadi kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg di wilayah Sulsel seperti antrian di SPBU dalam dua hari terakhir.

Klaim tersebut dibantah fakta di lapangan. Massa aksi di beberapa daerah bahkan menutup ruas jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dan DPRD Sulsel yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM bersubsidi.

Untuk itu, FORTAL Sulsel menyampaikan dua desakan keras:

1. Kecaman kepada Pemerintah: Musafir menilai pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas lepas tanggung jawab. Ia meminta Gubernur Sulsel untuk tidak hanya memperketat pengawasan, namun mendesak pusat menambah kuota BBM bersubsidi untuk Sulsel.

2. Desak Pencopotan Dirut Pertamina: FORTAL Sulsel secara resmi mendesak Presiden RI untuk segera mencopot Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Menurutnya, pimpinan Pertamina telah gagal memberikan solusi konkret.

“Yang kami minta bukan jawaban ataupun penjelasan, tetapi langkah konkret Pertamina mengatasi kejadian ini dan realita yang dihadapi masyarakat,” ujar Musafir mengutip desakan DPRD Sulsel yang juga kecewa.

“Jika Dirut tidak mampu menstabilkan pasokan, lebih baik mundur atau dicopot. Jangan jadikan rakyat Sulsel sebagai korban kelangkaan buatan. Kami beri waktu 3×24 jam, jika antrean masih mengular, FORTAL akan turunkan massa besar-besaran di depan Kantor Pertamina Regional Sulawesi dan DPRD Sulsel,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi belum memberikan tanggapan resmi atas desakan pencopotan tersebut. Sebelumnya pihak Pertamina berdalih terjadi panic buying dan penggiringan opini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *