SULAWESI TENGGARA

Puluhan Santri Ponpes Al Askar Kendari Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG

59
×

Puluhan Santri Ponpes Al Askar Kendari Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini

TOPIKterkini.com – KENDARI | Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Askar, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dilarikan ke Puskesmas Lepo-Lepo pada Jumat malam (18/9/2026). Mereka dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suasana di lingkungan pesantren dan Puskesmas Lepo-Lepo sempat dipenuhi aktivitas penanganan medis setelah sejumlah santri mengeluhkan mual, pusing hingga muntah.

Para santri yang mengalami keluhan kemudian dibawa secara bertahap ke Puskesmas Lepo-Lepo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan jumlah santri yang mengalami keluhan mencapai puluhan orang. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi mengenai jumlah pasti santri yang mendapatkan perawatan.

Di Puskesmas Lepo-Lepo, sejumlah santri terlihat menjalani penanganan oleh tenaga kesehatan. Beberapa di antaranya mendapat perawatan berupa pemasangan infus dan pemberian obat sesuai kondisi masing-masing.

Aktivitas tenaga medis terlihat cukup padat karena para santri datang dalam jumlah cukup banyak dalam waktu berdekatan.

Meski demikian, belum dapat dipastikan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh makanan MBG.

Dugaan keracunan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, baik secara medis maupun melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan atau bahan terkait apabila dilakukan oleh pihak berwenang.

Seorang petugas Puskesmas Lepo-Lepo yang ditemui di lokasi meminta awak media untuk sementara tidak melakukan wawancara maupun mengambil gambar di area penanganan.

“Mohon maaf, untuk saat ini jangan dulu diwawancarai atau mengambil foto-foto lokasi penanganan,” ujar petugas tersebut.

Petugas tersebut menyampaikan bahwa tenaga kesehatan masih fokus memberikan pelayanan kepada para santri yang sedang menjalani penanganan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih belum diketahui.

Pimpinan Ponpes Al Askar belum berhasil dikonfirmasi terkait kronologi kejadian, termasuk waktu makanan dibagikan, jenis makanan yang dikonsumsi, serta kapan para santri mulai mengalami gejala.

Kepala Puskesmas Lepo-Lepo juga belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pasien maupun hasil pemeriksaan medis awal.

Karena itu, informasi mengenai dugaan keracunan akibat makanan MBG masih harus ditempatkan sebagai dugaan dan belum dapat disebut sebagai kesimpulan.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya keterkaitan dengan makanan MBG, penelusuran tidak hanya menyangkut makanan yang telah dikonsumsi para santri.

Rantai penyediaan makanan perlu diperiksa secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, kebersihan saat memasak, pengemasan, penyimpanan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan medis maupun laboratorium menunjukkan penyebab lain, informasi tersebut juga penting disampaikan secara terbuka agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena keluhan kesehatan dilaporkan dialami sejumlah santri dalam waktu yang relatif berdekatan.

Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi dari pihak Ponpes Al Askar, Puskesmas Lepo-Lepo, Dinas Kesehatan Kota Kendari, pengelola program MBG serta instansi terkait.

Untuk sementara, perhatian utama adalah memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka segera stabil. (D).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *