Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Dugaan adanya penyunatan atau pengurangan bahan pokok pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Timur Suralaga 1 kembali menjadi sorotan.
Informasi tersebut mencuat setelah beredar pernyataan yang diduga disampaikan oleh pihak mitra SPPG Suralaga 1 kepada sejumlah karyawan.
Dalam pernyataan yang beredar, terdapat ucapan dalam bahasa Sasak yang kurang lebih bermakna, “Lamun yakta korupsi, ta tao beke mate Indonesia, yak ta korupsi,” yang dalam konteks pembicaraan tersebut dimaknai sebagai, “Kalau kita tidak korupsi, Indonesia bisa mati; kalau begitu kita korupsi.”
Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan keresahan di kalangan sebagian karyawan. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah karyawan disebut memilih berhenti bekerja setelah mendengar pernyataan tersebut.
Namun demikian, kebenaran konteks, maksud, dugaan adanya pengurangan bahan pokok perlu dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap pengadaan, jumlah bahan yang diterima, penggunaan bahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Sejumlah pihak meminta agar persoalan tersebut tidak berhenti pada informasi yang beredar di kalangan karyawan. Jika memang terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak berwenang dinilai perlu melakukan verifikasi dan pemeriksaan secara transparan.
Pihak pengelola SPPG, mitra, maupun Badan Gizi Nasional (BGN) juga diharapkan memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Hingga berita ini di terbitkan, Mitra SPPG Lombok Timur Suralaga 1 Jus belum mau di tamui dan enggan di Konfirmasi.(TT).











