BeritaBISNISDAERAHEKONOMINTB

Strategi Bisnis dan Kemandirian Ekonomi! Basic Ziaul Haque: Ibu Rumah Tangga Punya Peluang Besar Menjadi Penggerak Ekonomi Keluarga

25
×

Strategi Bisnis dan Kemandirian Ekonomi! Basic Ziaul Haque: Ibu Rumah Tangga Punya Peluang Besar Menjadi Penggerak Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Peran ibu rumah tangga dalam menggerakkan perekonomian keluarga menjadi salah satu materi utama dalam pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah II Lombok Timur, Jumat (9/10/2026).

 

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Cabang Dinas Dikpora Wilayah II, Jalan Prof. M. Yamin Nomor 97, Selong, narasumber Basic Ziaul Haque, S.Keb., membagikan panduan praktis mengenai peran strategis perempuan dalam bidang bisnis, khususnya membangun usaha dari rumah hingga mengembangkan usaha ke tingkat yang lebih besar.

 

Basic Ziaul Haque menekankan bahwa ibu rumah tangga memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku usaha produktif tanpa harus mengabaikan tanggung jawab dalam keluarga. 

 

 

Dengan perencanaan yang tepat, usaha rumahan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi.

 

Menurut materi yang disampaikan, langkah awal membangun bisnis dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengembangkan hobi, menerima pesanan dengan sistem pre-order, serta memanfaatkan keterampilan dan sumber daya yang tersedia di rumah.

 

Namun, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk. Pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, konsistensi produksi, serta keberanian untuk terus belajar juga menjadi faktor penting agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

 

 

 

Dalam menjalankan usaha, ibu rumah tangga juga perlu menjaga keseimbangan antara kehidupan keluarga dan aktivitas profesional. Komunikasi dengan pasangan, pengaturan waktu bersama anak, serta pembagian pekerjaan rumah menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang sehat.

 

Pengaturan jam kerja dan jadwal produksi juga diperlukan agar kegiatan bisnis tidak mengganggu waktu istirahat maupun kebersamaan keluarga. Ketika pesanan meningkat, pelaku usaha dapat mempertimbangkan bantuan tenaga tambahan sehingga seluruh pekerjaan tidak harus ditangani sendiri.

 

 

 

Selain manajemen waktu, kecerdasan finansial menjadi perhatian dalam materi tersebut. Pelaku usaha didorong untuk memisahkan uang pribadi dan uang bisnis, mencatat pemasukan serta pengeluaran, dan mengalokasikan sebagian keuntungan untuk mengembangkan usaha.

 

Materi itu juga mengingatkan pentingnya menghindari pinjaman ilegal atau rentenir yang berpotensi membebani keuangan. Sebagai alternatif, pelaku usaha dapat mempelajari akses pembiayaan resmi pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan mempertimbangkan persyaratan dan kemampuan membayar.

 

Bagi pelaku usaha pemula, target awal dapat difokuskan pada memperoleh penjualan pertama dan membangun kepercayaan diri. Sementara itu, usaha yang telah berjalan dapat diarahkan untuk meningkatkan legalitas, memperbaiki kemasan produk, memperluas pemasaran digital, serta membangun kemitraan resmi.

 

Melalui kegiatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Dikpora Wilayah II Lombok Timur diharapkan dapat memperkuat wawasan dan keterampilan anggotanya dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga.

 

Perempuan tidak hanya berperan dalam mengelola rumah tangga, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *