TAKALAR

Teken Komitmen Pelayanan 5S, Daeng Manye Ingatkan OPD dan Camat Takalar Jangan Sekadar Formalitas

7
×

Teken Komitmen Pelayanan 5S, Daeng Manye Ingatkan OPD dan Camat Takalar Jangan Sekadar Formalitas

Sebarkan artikel ini
Seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Takalar menandatangani Komitmen Bersama Pelayanan 5S, yakni Salam, Senyum, Sapa, Santun, dan Solusi. (Dok. Ist)

TAKALAR, Topikterkini.com — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan pentingnya perubahan budaya kerja aparatur untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan berpihak pada masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (12/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Takalar menandatangani Komitmen Bersama Pelayanan Pemerintah Kabupaten Takalar. Penandatanganan ini menjadi bagian dari pencanangan pelayanan 5S, yakni Salam, Senyum, Sapa, Santun, dan Solusi.

Komitmen tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap warga yang datang ke kantor pemerintahan mendapatkan perlakuan yang ramah, sopan, dan menghargai kebutuhan mereka.

Bupati Daeng Manye kemudian menyematkan Pin 5S secara simbolis kepada perwakilan OPD. Simbol tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi setiap aparatur agar konsisten menerapkan prinsip pelayanan sepenuh hati dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Dalam sambutannya, Daeng Manye mengingatkan bahwa penandatanganan komitmen harus diikuti dengan perubahan nyata di seluruh unit kerja. Ia tidak ingin gerakan tersebut hanya menjadi agenda formal tanpa dampak langsung terhadap kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

“Komitmen pelayanan ini merupakan wujud keseriusan kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Takalar. Saya minta kepada seluruh pimpinan OPD dan jajaran agar menerapkan konsep 5S ini dengan sungguh-sungguh di setiap unit kerja,” katanya.

Ia menjelaskan, penerapan 5S harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menyambut warga dengan salam, memberikan senyum yang tulus, menyapa secara ramah, serta menunjukkan sikap santun selama proses pelayanan berlangsung.

Namun, menurutnya, unsur paling penting dari konsep tersebut adalah kemampuan aparatur menghadirkan solusi atas persoalan yang disampaikan masyarakat. Pelayanan tidak cukup hanya terlihat ramah, tetapi juga harus memberikan kejelasan dan membantu warga memperoleh penyelesaian atas kebutuhan mereka.

“Berikan Salam saat menyambut, berikan Senyum yang tulus, Sapa dengan ramah, bersikap Santun dan yang paling penting berikan Solusi atas setiap permasalahan masyarakat. Sehingga masyarakat merasa benar-benar terlayani dengan baik, nyaman dan dihargai,” ujar Daeng Manye.

Ia berharap seluruh pimpinan OPD dan camat mengambil peran aktif dalam mengawasi penerapan budaya pelayanan tersebut di lingkungan masing-masing. Konsistensi pimpinan dinilai penting agar 5S tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar melekat dalam kebiasaan kerja ASN.

Apel Gabungan yang berlangsung tertib dan khidmat itu turut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Sekda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, camat, serta ASN lingkup Pemkab Takalar. Melalui komitmen tersebut, Pemkab Takalar menargetkan pelayanan yang semakin humanis, responsif, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *