TOPIKterkini.com – KENDARI | Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan Sulawesi Tenggara (ARPEKA Sultra) bersama masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Kendari, untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Kamis (22/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan Sulawesi Tenggara (ARPEKA Sultra), melalui koordinator lapangan Febriansyah, menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah, khususnya terkait kebijakan penyaluran BBM dan dampaknya terhadap masyarakat.
Dalam dialog itu, Wakil Wali Kota Kendari turut menyampaikan perbandingan kondisi perekonomian antara Bali dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, perbandingan tersebut dinilai oleh pihak aliansi kurang relevan karena kedua wilayah memiliki karakteristik dan kondisi perekonomian yang berbeda.
Setelah mendengarkan aspirasi yang disampaikan, Wakil Wali Kota kemudian mengarahkan pihak aliansi untuk melanjutkan pembahasan ke Gedung DPRD Kota Kendari agar persoalan tersebut dapat dibahas lebih lanjut melalui forum resmi.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan dijadwalkan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Kendari pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 10.00 WITA.
Melalui RDP tersebut, koordinator lapangan ARPEKA Sultra Febriansyah berharap aspirasi masyarakat terkait persoalan BBM dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pemerintah daerah dan DPRD dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut, sehingga kebijakan yang diterapkan dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta kebutuhan masyarakat terhadap BBM,” harapnya. (D).











