JENEPONTO

Kunjungan Perdana Fasilitator Kecamatan di Kayuloe Barat, Petakan Kendala Pendataan ATS

3
×

Kunjungan Perdana Fasilitator Kecamatan di Kayuloe Barat, Petakan Kendala Pendataan ATS

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, topikterkini.com — Pendampingan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) di tingkat desa mulai diperkuat melalui kunjungan langsung fasilitator kecamatan.

Kunjungan perdana Pendamping Kecamatan Sri di Desa Kayuloe Barat, Jumat (6/11/2026), menjadi langkah awal membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi pendamping dalam proses pendataan ATS.

Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WITA tersebut berlangsung di Kantor Desa Kayuloe Barat. Dalam kesempatan itu, fasilitator kecamatan bertemu dan berdiskusi dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta Pendamping Desa Kayuloe Barat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana sederhana dan terbuka. Selain memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan pendampingan, fasilitator juga mendengarkan secara langsung perkembangan pendataan serta berbagai kendala yang dihadapi pendamping selama melakukan penelusuran di lapangan.

Dari hasil diskusi, terdapat tiga persoalan utama yang menjadi perhatian. Pertama, aplikasi pendataan ATS belum dapat diakses sehingga menghambat proses penginputan data. Kedua, ditemukan perbedaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) antara data hasil temuan lapangan dengan data yang tercantum pada dashboard ATS. Kondisi ini menyulitkan pendamping dalam memastikan kesesuaian identitas dan memberikan keterangan pada proses verifikasi.

Persoalan ketiga berkaitan dengan komunikasi melalui grup WhatsApp yang belum berjalan optimal. Padahal, grup tersebut diharapkan menjadi ruang koordinasi untuk berbagi informasi, menyampaikan perkembangan, serta mendiskusikan berbagai kendala yang ditemukan selama proses pendataan.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, fasilitator kecamatan akan mengoordinasikan kendala akses aplikasi dan perbedaan NIK kepada pihak terkait di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Komunikasi melalui grup WhatsApp juga akan kembali diaktifkan agar pertukaran informasi dan pelaporan perkembangan pendataan dapat berjalan lebih rutin.

Kunjungan perdana ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendataan ATS bukan sekadar proses pengisian data dalam aplikasi. Di dalamnya terdapat upaya membangun komunikasi, ketelitian, koordinasi, dan kerja sama agar setiap anak yang belum bersekolah dapat teridentifikasi dengan baik.

Sebab, di balik setiap data ATS terdapat anak yang membutuhkan perhatian dan kesempatan untuk kembali memperoleh hak pendidikannya. Melalui pendampingan dan koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan tidak ada anak yang terlewat dari pendataan maupun kehilangan kesempatan untuk mengakses pendidikan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *