TOPIKterkini.com – KENDARI | Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), La Ode Umar Bonte, menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menerima kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Umar Bonte, usai menggelar konferensi pers di Kantor DPD RI Sulawesi Tenggara (Sultra), Kendari, Jumat (6/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Umar Bonte menekankan bahwa pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus memiliki sikap terbuka terhadap berbagai kritik yang disampaikan masyarakat. Sebab, kritik merupakan salah satu bentuk kontrol publik untuk memastikan kebijakan dan pelayanan pemerintahan berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat.
Ia menilai, tindakan represif maupun upaya kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang menyampaikan kritik justru berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi dan mengancam kebebasan berekspresi.
Menurutnya, pemerintah yang tidak siap menerima kritik, bahkan meresponsnya dengan tekanan atau tindakan hukum terhadap pengkritik, menunjukkan sikap yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.
Umar Bonte juga menyampaikan kecaman terhadap segala bentuk pembungkaman dan kriminalisasi terhadap wartawan maupun anggota dewan yang menjalankan fungsi kontrol melalui kritik, koreksi, serta penyampaian aspirasi masyarakat.
Ia menegaskan, kebebasan pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang harus dijaga. Pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memastikan penyelenggaraan negara tetap berjalan dalam koridor hukum.
“Jangan sampai wartawan maupun anggota dewan yang menyampaikan kritik justru dibungkam atau dikriminalisasi. Saya akan berdiri bersama insan pers untuk memperjuangkan penegakan hukum dan demokrasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Umar Bonte menegaskan bahwa kritik tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman atau bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Ia berharap seluruh pihak dapat menghormati kebebasan berpendapat dan kebebasan pers, serta mengedepankan dialog dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Melalui pernyataan tersebut, Umar Bonte mengingatkan bahwa demokrasi hanya dapat tumbuh dengan baik apabila pemerintah memberikan ruang bagi kritik, menghargai perbedaan pendapat, dan menjamin perlindungan terhadap setiap pihak yang menjalankan fungsi kontrol secara bertanggung jawab. (D).











