Topikterkini.com.Lombok Timur– Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) yang di laksanakan Pada 10:00 wita Kamis,15|06|2023.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia geruduk kantor Bupati Lombok Timur hingga jebol gerbang. Mahasiswa meminta Bupati Lombok Timur copot jabatan Kaban Bapenda dan Evaluasi Kabid yang ada di lingkup Bapenda.
Tidak hanya itu saja masa aksi mendesak kejaksaan negeri selong untuk mengusut tuntas oknum yang bermain dalam pajak tambang galian c
mereka menduga ada 49 tambang yg legal tapi 100 lebih yang ilegal yang masih beroperasi dan mengatakan Tidak ada dasar untuk mengambil retribusi pajak ilegal.
“Retribusi ini tidak tentu arahnya kemana PAD ini masuk. Kami menduga Bapenda setor ke kas Daerah kurang dan tidak sesuai,” Ucap, Hadi Tamara, saat menyampaikan Orasinya di depan Kantor Bupati Lombok Timur.
Ia meminta, di ahir jabatan Sukiman dan Rumaksi ( Sukma ) agar segera copot kepala bapenda lombok timur dan para Kabid segera di evaluasi. Kami juga mendukung penuh Kejaksaan Negeri Lotim untuk memanggil para oknum berdasi hitam dan mengusut tuntas oknum yang bermain dalam pajak ini.
“Lalu kemudian kita meminta bupati lombok timur mengembalikan uang dari galian c ilegal selagi itu yang di anggap tidak sesuai dengan regulasi yang berada di lombok timur. Kami meminta transparansi BPKAD Lombok timur dan yang terakhir adalah meminta pemda lombok timur memberhentikan semua aktivitas galian c yang ilegal di lombok timur,” Terangnya.
Ia menyebut, Sosok Kepala Bapenda yang keras kepala tidak mau di kritik dan tidak mau menerima kritikan, tidak cocok mejadi pejabat.
” Terlalu banyak omong Kaban ini, tidak ada fakta yang di tunjukkan kepada Bupati Lotim,” Ucapnya.
” Kalau Bupati Lotim tidak segera Copot jabatannya Kaban Bapenda dan Para Kabid tidak di Evaluasi, maka kami akan terus melakukan aksi jilid 2 nantinya,” Tutupnya.
Liputan : Harianang











